Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu program bantuan sosial andalan pemerintah Indonesia dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Memasuki tahun 2026, informasi mengenai tabel bansos PKH terbaru menjadi sangat krusial bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Nominal bantuan PKH yang diterima oleh ibu hamil, balita, hingga lansia perlu dipahami dengan baik agar masyarakat dapat merencanakan penggunaan dana bantuan secara optimal.
Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara pasti berapa nominal bantuan PKH yang berhak diterima berdasarkan kategori masing-masing. Ketidaktahuan ini sering menyebabkan kebingungan saat proses pencairan atau bahkan ketidaksiapan dalam memenuhi kewajiban sebagai penerima PKH. Perubahan kebijakan pemerintah setiap tahun anggaran juga menambah pentingnya informasi update mengenai besaran bantuan terbaru.
Artikel ini menyajikan informasi lengkap mengenai tabel bansos PKH 2026, mulai dari nominal bantuan untuk setiap kategori penerima, syarat dan ketentuan, hingga cara mengecek status kepesertaan. Pembahasan mencakup kategori ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat dengan penjelasan detail yang mudah dipahami.
ℹ️ Info: Informasi ini berdasarkan data resmi Kementerian Sosial. Untuk update terbaru tahun 2026, kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau hubungi Dinas Sosial setempat.
Apa Itu PKH dan Mengapa Program Ini Sangat Penting?
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bersyarat yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sejak tahun 2007. Program ini dirancang khusus untuk memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi, terutama terkait akses pendidikan dan kesehatan. Tujuan utama PKH adalah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
PKH menjadi sangat penting karena memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga kurang mampu di Indonesia. Bantuan ini membantu memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap dapat mengakses pendidikan formal, sementara ibu hamil dan balita mendapat layanan kesehatan yang memadai. Dengan cakupan jutaan keluarga penerima manfaat (KPM), PKH menjadi salah satu program perlindungan sosial terbesar di Indonesia.
Tabel Bansos PKH 2026: Nominal Lengkap Semua Kategori
Berikut adalah tabel lengkap nominal bantuan PKH tahun 2026 untuk setiap kategori penerima manfaat. Data ini disusun berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Sosial yang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat. Perlu diingat bahwa nominal ini berlaku per tahun dan dibayarkan secara bertahap dalam empat kali pencairan.
| No | Kategori Penerima | Nominal per Tahun | Nominal per Tahap |
|---|---|---|---|
| 1 | Ibu Hamil | Rp 3.000.000 | Rp 750.000 |
| 2 | Anak Usia Dini (0-6 tahun) | Rp 3.000.000 | Rp 750.000 |
| 3 | Anak SD/Sederajat | Rp 900.000 | Rp 225.000 |
| 4 | Anak SMP/Sederajat | Rp 1.500.000 | Rp 375.000 |
| 5 | Anak SMA/Sederajat | Rp 2.000.000 | Rp 500.000 |
| 6 | Lansia (70+ tahun) | Rp 2.400.000 | Rp 600.000 |
| 7 | Penyandang Disabilitas Berat | Rp 2.400.000 | Rp 600.000 |
Perlu dipahami bahwa satu keluarga dapat menerima bantuan dari beberapa komponen sekaligus jika memenuhi kriteria. Misalnya, sebuah keluarga dengan ibu hamil dan dua anak sekolah SD serta SMP akan menerima akumulasi bantuan dari ketiga komponen tersebut. Namun, terdapat batasan maksimal komponen dalam satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Nominal PKH Ibu Hamil 2026: Syarat dan Kewajiban
Kategori ibu hamil merupakan salah satu komponen dengan nominal bantuan tertinggi dalam program PKH, yakni sebesar Rp 3.000.000 per tahun. Besaran ini mencerminkan perhatian khusus pemerintah terhadap kesehatan ibu dan janin dalam periode kehamilan yang krusial. Untuk informasi lengkap mengenai persyaratan dan cara mendaftarkan diri, simak panduan Bansos Ibu Hamil dan Balita 2026 yang membahas secara detail langkah-langkah pendaftarannya.
Syarat Penerima PKH Kategori Ibu Hamil
Untuk menjadi penerima PKH kategori ibu hamil, calon penerima harus memenuhi beberapa kriteria utama yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Pertama, keluarga harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai keluarga prasejahtera. Kedua, ibu hamil harus memiliki surat keterangan kehamilan dari bidan atau dokter yang masih berlaku. Selain itu, dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan buku KIA juga diperlukan dalam proses verifikasi.
Kewajiban yang Harus Dipenuhi
Sebagai penerima bantuan bersyarat, ibu hamil PKH wajib memenuhi beberapa komitmen kesehatan yang sudah ditetapkan. Pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal empat kali selama masa kehamilan menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Konsumsi tablet tambah darah secara rutin dan persalinan di fasilitas kesehatan resmi juga termasuk dalam kewajiban penerima. Jika kewajiban tidak dipenuhi tanpa alasan yang dapat diterima, bantuan dapat dikurangi atau bahkan dihentikan.
Nominal PKH Balita 2026: Panduan untuk Anak Usia 0-6 Tahun
Anak usia dini atau balita (0-6 tahun) mendapatkan nominal bantuan PKH sebesar Rp 3.000.000 per tahun, sama dengan kategori ibu hamil. Besaran ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak pada periode emas pertumbuhan. Pencairan dilakukan empat tahap dengan masing-masing tahap sebesar Rp 750.000.
Kewajiban utama untuk kategori balita meliputi penimbangan rutin di Posyandu setiap bulan, imunisasi lengkap sesuai jadwal yang ditetapkan, serta pemberian ASI eksklusif untuk bayi di bawah 6 bulan. Orang tua juga wajib memantau tumbuh kembang anak dan melaporkan kondisi kesehatan kepada pendamping PKH secara berkala. Pemantauan ini penting untuk memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan program.
Nominal PKH Lansia 2026: Bantuan untuk Usia 70 Tahun ke Atas
Kategori lansia dalam PKH ditujukan untuk warga berusia 70 tahun ke atas yang merupakan bagian dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Nominal bantuan yang diterima sebesar Rp 2.400.000 per tahun atau Rp 600.000 per tahap pencairan. Bantuan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar lansia yang umumnya sudah tidak produktif secara ekonomi. Informasi lebih lengkap mengenai jadwal dan cara pengecekan dapat dibaca pada artikel Bansos Lansia 2026: Jadwal Lengkap dan Cara Cek via HP.
| Aspek | Ketentuan PKH Lansia 2026 |
|---|---|
| Batas Usia | Minimal 70 tahun |
| Nominal per Tahun | Rp 2.400.000 |
| Nominal per Tahap | Rp 600.000 |
| Kewajiban Utama | Pemeriksaan kesehatan rutin |
| Status | ✅ Aktif 2026 |
Kewajiban penerima PKH lansia relatif lebih ringan dibanding kategori lain, namun tetap harus dipenuhi. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi komitmen utama yang wajib dilaksanakan. Jika tersedia layanan day care atau home care di wilayah setempat, lansia dianjurkan untuk mengakses layanan tersebut untuk mendukung kesejahteraan di masa tua.
Nominal PKH Komponen Pendidikan dan Disabilitas 2026
Komponen pendidikan dalam PKH mencakup anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA dengan nominal bantuan yang berbeda sesuai tingkatan. Anak SD/sederajat menerima Rp 900.000 per tahun, anak SMP/sederajat mendapat Rp 1.500.000 per tahun, sedangkan anak SMA/sederajat memperoleh Rp 2.000.000 per tahun. Perbedaan nominal ini disesuaikan dengan kebutuhan biaya pendidikan di masing-masing jenjang.
Sementara itu, kategori penyandang disabilitas berat menerima bantuan sebesar Rp 2.400.000 per tahun, sama dengan kategori lansia. Untuk masuk dalam kategori ini, penerima harus memiliki surat keterangan disabilitas dari dokter atau rumah sakit yang menyatakan kondisi disabilitas berat. Kategori disabilitas berat meliputi kondisi yang mengakibatkan ketergantungan penuh terhadap orang lain dalam aktivitas sehari-hari.
⚠️ Penting: Kewajiban anak penerima PKH komponen pendidikan adalah kehadiran minimal 85% di sekolah. Jika kehadiran di bawah standar tanpa alasan yang dapat diterima, bantuan dapat dikenakan sanksi pengurangan atau penghentian.
Cara Cek Status Penerima dan Jadwal Pencairan PKH 2026
Mengecek status kepesertaan PKH dapat dilakukan dengan mudah melalui beberapa cara yang disediakan pemerintah. Cara termudah adalah melalui website resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan NIK atau nomor KK. Selain itu, aplikasi Cek Bansos dari Kemensos yang tersedia di Play Store dan App Store juga dapat digunakan untuk pengecekan real-time.
Jadwal Pencairan PKH 2026
| Tahap | Periode Pencairan | Status |
|---|---|---|
| Tahap 1 | Januari – Maret 2026 | ✅ Dijadwalkan |
| Tahap 2 | April – Juni 2026 | ⏳ Menunggu |
| Tahap 3 | Juli – September 2026 | ⏳ Menunggu |
| Tahap 4 | Oktober – Desember 2026 | ⏳ Menunggu |
Metode pencairan PKH dapat dilakukan melalui bank penyalur (Himbara) atau melalui e-wallet yang ditunjuk pemerintah. Penerima akan mendapat notifikasi melalui pendamping PKH atau SMS ketika bantuan sudah dapat dicairkan. Pastikan nomor telepon yang terdaftar selalu aktif untuk menerima informasi pencairan.
Cara Daftar PKH bagi yang Belum Terdaftar
Bagi keluarga yang belum terdaftar sebagai penerima PKH, langkah pertama adalah memastikan data keluarga sudah masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Pendaftaran dapat dilakukan melalui RT/RW setempat yang kemudian akan meneruskan ke kelurahan atau desa. Siapkan dokumen berupa fotokopi KTP semua anggota keluarga, KK, surat keterangan tidak mampu, dan dokumen pendukung sesuai kategori yang diajukan. Proses verifikasi biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga bulan tergantung kebijakan daerah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Bagaimana cara mengecek apakah nama saya sudah terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)?
Anda dapat mengeceknya melalui kantor desa/kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK. Petugas akan membantu Anda memeriksa data Anda dalam sistem DTKS. Beberapa daerah juga menyediakan layanan cek online melalui website resmi dinas sosial.
2. Jika saya memenuhi syarat sebagai penerima PKH, berapa lama proses verifikasi sampai saya menerima bantuan?
Proses verifikasi dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada kebijakan dan sumber daya yang tersedia di daerah Anda. Setelah data Anda diverifikasi dan divalidasi, Dinas Sosial akan menetapkan penerima bantuan sesuai dengan kuota yang tersedia.
3. Apa yang harus saya lakukan jika bantuan PKH saya tidak cair sesuai jadwal?
Segera hubungi pendamping PKH di wilayah Anda atau kantor Dinas Sosial setempat. Mereka akan membantu Anda melacak status pencairan bantuan Anda dan mencari tahu penyebab keterlambatan. Pastikan Anda memiliki informasi lengkap mengenai nomor rekening dan data diri Anda saat menghubungi petugas.
4. Apakah ada biaya administrasi yang dikenakan saat mencairkan dana PKH?
Seharusnya tidak ada biaya administrasi yang dikenakan saat mencairkan dana PKH. Jika Anda menemukan adanya pemotongan atau biaya yang tidak jelas, segera laporkan kepada pendamping PKH atau pihak berwajib. Pencairan dana PKH seharusnya dilakukan secara penuh tanpa potongan apapun.
5. Jika anak saya sudah lulus SMA, apakah saya masih berhak menerima bantuan PKH?
Tidak, jika anak Anda sudah lulus SMA, Anda tidak lagi berhak menerima bantuan PKH untuk kategori anak sekolah. Namun, jika Anda masih memiliki komponen lain dalam keluarga, seperti ibu hamil, balita, atau lansia, Anda tetap berhak menerima bantuan sesuai dengan kategori tersebut.
6. Apa yang dimaksud dengan bantuan sosial bersyarat dalam program PKH?
Bantuan sosial bersyarat berarti penerima bantuan harus memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama terkait dengan kesehatan dan pendidikan. Misalnya, ibu hamil harus memeriksakan kehamilan secara rutin, anak sekolah harus memiliki tingkat kehadiran minimal di sekolah, dan balita harus mendapatkan imunisasi lengkap.
7. Bagaimana jika saya pindah alamat, apakah saya perlu melaporkan perubahan data tersebut?
Ya, Anda wajib melaporkan perubahan alamat kepada pendamping PKH atau kantor desa/kelurahan setempat. Perubahan data ini penting agar bantuan Anda tetap dapat disalurkan dengan tepat dan Anda tetap terdaftar sebagai penerima PKH.
8. Apakah bantuan PKH dapat digunakan untuk keperluan apa saja?
Bantuan PKH sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan. Misalnya, untuk membeli makanan bergizi, membayar biaya sekolah anak, atau memeriksakan kesehatan ibu dan anak. Penggunaan bantuan PKH akan dipantau oleh pendamping PKH untuk memastikan sesuai dengan tujuan program.
Apa Itu Bansos?
Bansos, atau Bantuan Sosial, adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bisa berupa uang tunai, barang kebutuhan pokok, atau layanan tertentu. Tujuan utama bansos adalah untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan membantu masyarakat mengatasi kesulitan ekonomi.
Bansos merupakan salah satu bentuk jaring pengaman sosial (social safety net) yang penting untuk melindungi kelompok rentan dari guncangan ekonomi dan sosial. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap kebutuhan dasar dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Bagaimana Bansos Bekerja dan Apa Manfaatnya?
Bansos umumnya bekerja dengan cara mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan, seperti keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, atau kelompok rentan lainnya. Data penerima bansos biasanya diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Bantuan kemudian disalurkan kepada penerima melalui berbagai cara, seperti transfer langsung ke rekening bank, pemberian voucher yang dapat ditukarkan dengan barang kebutuhan pokok, atau penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan. Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga sosial dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan bansos tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Manfaat bansos sangat beragam, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, peningkatan akses terhadap pendidikan dan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan bantuan modal usaha. Bansos juga berperan penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Syarat Umum dan Langkah-Langkah Pendaftaran Bansos 2026
Meskipun setiap jenis bansos memiliki persyaratan khusus, terdapat beberapa syarat umum yang biasanya berlaku untuk hampir semua program bansos di Indonesia. Syarat-syarat tersebut antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Terdaftar sebagai keluarga miskin atau rentan miskin dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang valid
- Memenuhi kriteria khusus yang ditetapkan untuk setiap jenis bansos (misalnya, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dll.)
Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mendaftar sebagai penerima bansos:
- Pendaftaran di Tingkat Desa/Kelurahan: Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP dan KK. Petugas akan membantu mendaftarkan Anda ke dalam DTKS jika belum terdaftar.
- Verifikasi dan Validasi Data: Data yang Anda berikan akan diverifikasi dan divalidasi oleh petugas. Proses ini mungkin melibatkan kunjungan ke rumah Anda untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga.
- Pengajuan ke Dinas Sosial: Data yang sudah diverifikasi akan diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk diproses lebih lanjut.
- Penetapan Penerima Bansos: Dinas Sosial akan menetapkan penerima bansos berdasarkan kuota dan ketersediaan anggaran.
- Penyaluran Bansos: Jika Anda ditetapkan sebagai penerima, Anda akan menerima bansos sesuai dengan jenis program yang Anda ikuti.
⚠️ Penting: Proses pendaftaran dan penetapan penerima bansos dapat berbeda-beda di setiap daerah. Selalu ikuti informasi resmi dari pemerintah setempat untuk memastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru.
Tabel Perbandingan Program Bantuan Sosial di Indonesia
Berikut adalah tabel perbandingan beberapa program bantuan sosial yang ada di Indonesia, termasuk PKH, BPNT, dan lainnya. Tabel ini memberikan gambaran singkat mengenai tujuan, sasaran, dan besaran bantuan dari masing-masing program.
| Program Bansos | Tujuan | Sasaran | Besaran Bantuan (Estimasi) |
|---|---|---|---|
| Program Keluarga Harapan (PKH) | Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM | Keluarga miskin dengan ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat | Rp 900.000 – Rp 3.000.000 per tahun (tergantung kategori) |
| Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) | Memenuhi kebutuhan pangan keluarga miskin | Keluarga miskin yang terdaftar di DTKS | Rp 200.000 per bulan (dalam bentuk saldo elektronik) |
| Program Indonesia Pintar (PIP) | Meningkatkan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga miskin | Siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang terdaftar di Dapodik | Rp 450.000 – Rp 1.000.000 per tahun (tergantung jenjang) |
| Bantuan Sosial Tunai (BST) (Sudah Tidak Aktif) | Membantu keluarga miskin yang terdampak pandemi COVID-19 | Keluarga miskin yang terdaftar di DTKS | Rp 300.000 per bulan (selama periode tertentu) |
Tips Agar Terdaftar dan Mendapatkan Bansos di Tahun 2026
Mendapatkan bantuan sosial dapat membantu meringankan beban ekonomi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar terdaftar dan berpotensi mendapatkan bansos di tahun 2026:
- Pastikan Terdaftar di DTKS: Langkah pertama adalah memastikan nama Anda dan keluarga terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Daftarkan diri melalui kantor desa/kelurahan setempat.
- Perbarui Data Secara Berkala: Pastikan data yang terdaftar di DTKS selalu актуальна. Jika ada perubahan alamat, jumlah anggota keluarga, atau kondisi ekonomi, segera laporkan ke petugas desa/kelurahan.
- Penuhi Syarat dan Ketentuan: Setiap program bansos memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Pelajari syarat-syarat tersebut dan pastikan Anda memenuhi kriteria yang ditetapkan.
- Aktif Berkomunikasi dengan Pendamping Sosial: Jalin komunikasi yang baik dengan pendamping sosial di wilayah Anda. Mereka dapat memberikan informasi terbaru mengenai program bansos dan membantu Anda dalam proses pendaftaran.
- Ikuti Sosialisasi Program: Ikuti kegiatan sosialisasi program bansos yang diadakan oleh pemerintah setempat. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan informasi langsung dan bertanya jika ada hal yang kurang jelas.
- Siapkan Dokumen Pendukung: Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, surat keterangan tidak mampu, dan surat keterangan lainnya sesuai dengan jenis bansos yang Anda inginkan.
- Laporkan Jika Ada Kejanggalan: Jika Anda menemukan adanya kejanggalan dalam proses pendaftaran atau penyaluran bansos, segera laporkan kepada pihak yang berwenang.
✅ Tips Pro: Selalu pantau informasi terbaru mengenai program bansos melalui website resmi Kementerian Sosial atau Dinas Sosial setempat.
Bagaimana PKH Bekerja: Proses Verifikasi, Pencairan, dan Pemantauan
Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki mekanisme yang terstruktur untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi penerima. Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja PKH:
- Identifikasi dan Pendaftaran: Keluarga yang memenuhi kriteria miskin/rentan miskin diidentifikasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendaftaran dilakukan di tingkat desa/kelurahan.
- Verifikasi Data: Data keluarga diverifikasi oleh petugas, termasuk pengecekan kondisi ekonomi dan kepemilikan aset.
- Validasi Data: Data yang diverifikasi divalidasi oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
- Penetapan Penerima: Kementerian Sosial menetapkan keluarga yang berhak menerima PKH berdasarkan kuota dan anggaran yang tersedia.
- Pencairan Dana: Dana PKH dicairkan secara bertahap (biasanya 4 tahap dalam setahun) melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau melalui Kantor Pos.
- Pemantauan Kepatuhan: Penerima PKH wajib memenuhi komitmen tertentu, seperti memeriksakan kesehatan ibu hamil, mengimunisasi balita, dan memastikan anak sekolah hadir minimal 85% di sekolah. Pendamping PKH memantau kepatuhan ini.
- Evaluasi Program: Pemerintah secara berkala mengevaluasi efektivitas program PKH dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Manfaat PKH tidak hanya terbatas pada bantuan tunai. Program ini juga memberikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya investasi pada sumber daya manusia.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.
