Ribuan sekolah menengah atas di seluruh penjuru Indonesia kini tengah memasuki fase paling krusial. Periode Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah resmi bergulir, menuntut perhatian penuh dari pihak sekolah maupun siswa.
Faktanya, pengumuman kuota SNBP untuk tiap sekolah sudah bisa diakses sejak 28 Desember 2025 lalu. Saat ini, imbauan keras ditujukan kepada sekolah untuk segera melakukan verifikasi data serta bersiap mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah merilis serangkaian jadwal ketat. Kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) wajib memantau lini masa ini agar peluang siswa berprestasi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes tetap terjaga.
Jadwal Penting dan Tahapan Verifikasi
Meskipun angka kuota sudah muncul akhir tahun lalu, periode 20 hingga 31 Januari 2026 menjadi waktu yang sangat menentukan. Pada rentang waktu ini, sekolah wajib mengakses portal SNPMB untuk memverifikasi alokasi kuota yang didapatkan.
Setelah verifikasi, sekolah dihadapkan pada tenggat waktu yang cukup singkat untuk pendaftaran akun dan pengisian PDSS. Ketepatan waktu dan akurasi data menjadi kunci, sebab kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi siswa.
Berikut adalah ringkasan jadwal lengkap yang telah dirangkum untuk memudahkan pemantauan:
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan (2026) |
|---|---|
| Pengumuman Kuota Sekolah | 28 Desember 2025 |
| Registrasi Akun Sekolah | 6 Januari – 7 Februari |
| Pengisian PDSS | 9 Januari – 14 Februari |
| Masa Sanggah Kuota | Hingga 17 Januari |
| Verifikasi & Akses Kuota | 20 – 31 Januari |
| Pendaftaran SNBP oleh Siswa | 17 Februari – 3 Maret |
| Pengumuman Hasil SNBP | 25 Maret |
Perlu dicatat, timeline di atas bersifat tetap dan pihak SNPMB menegaskan tidak ada perpanjangan waktu.
Mekanisme Kuota dan Kriteria Siswa
Ternyata, alokasi kuota SNBP tidaklah seragam untuk setiap sekolah. Penentuannya sangat bergantung pada akreditasi sekolah serta rekam jejak alumni di PTN pada tahun-tahun sebelumnya.
Sekolah dengan Akreditasi A mendapatkan privilese kuota terbesar, yakni 40% siswa terbaik. Sementara itu, sekolah dengan Akreditasi B mendapatkan jatah 25%, dan sekolah dengan Akreditasi C atau lainnya hanya memperoleh kuota 5% siswa terbaik.
Pemeringkatan siswa sendiri murni didasarkan pada prestasi akademik. Nilai yang dihitung adalah rapor dari semester 1 hingga semester 5. Jadi, nilai semester 6 sama sekali tidak masuk dalam hitungan SNBP.
Cara Cek Kuota dan Pengisian PDSS
Bagi pihak sekolah yang hendak mengakses informasi kuota, langkah teknisnya cukup spesifik melalui portal resmi SNPMB. Berikut panduan ringkasnya:
- Persiapan Akun: Akses laman snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Jika belum memiliki akun, pendaftaran dibuka menggunakan NPSN pada 6 Januari hingga 7 Februari 2026. Pastikan email terverifikasi.
- Pengecekan Kuota: Setelah login, pilih menu “Kuota SNBP 2026”. Sistem akan langsung menampilkan jumlah siswa yang eligible atau berhak direkomendasikan. Sangat disarankan untuk mengunduh data ini sebagai arsip.
- Input PDSS: Lengkapi data sekolah dan masukkan nilai rapor semester 1-5 untuk siswa yang memenuhi syarat. Sistem nantinya akan melakukan perankingan otomatis.
Penting untuk diingat, jika terdapat ketidaksesuaian data akreditasi, sekolah harus segera melakukan perbaikan melalui Dapodik/EMIS dan menghubungi Helpdesk SNPMB sebelum masa sanggah berakhir di pertengahan Januari.
Persiapan Wajib Bagi Sekolah
Kelancaran proses ini sangat bergantung pada persiapan teknis dan administratif. Pihak sekolah perlu menyiapkan rekapitulasi nilai rapor semester 1-5, data prestasi akademik/non-akademik, sertifikat akreditasi terbaru, serta data identitas sekolah yang valid.
Dari sisi teknis, koneksi internet yang stabil dan perangkat komputer yang memadai adalah syarat mutlak. Jangan lupa melakukan backup data siswa untuk mengantisipasi kendala sistem. Sosialisasi kepada orang tua dan siswa mengenai mekanisme ini juga tak kalah penting agar semua pihak satu frekuensi.
Meluruskan Mitos SNBP
Beredarnya informasi yang simpang siur seringkali membingungkan siswa dan orang tua. Berdasarkan keterangan resmi SNPMB, ada beberapa hal yang perlu diluruskan:
- Ranking 1 Belum Tentu Lolos: Masuk kuota sekolah (eligible) hanyalah tiket masuk seleksi, bukan jaminan diterima. Kelolosan tetap bergantung pada daya tampung PTN, sebaran geografis, dan ketetatan prodi yang dipilih.
- Kuota Tiap Sekolah Berbeda: Tidak benar jika kuota dipukul rata. Sekolah dengan track record alumni bagus di PTN dan akreditasi tinggi jelas mendapat porsi lebih besar.
- Semester 6 Tidak Dihitung: Penilaian hanya berhenti di rapor semester 5 karena pendaftaran dilakukan sebelum siswa menuntaskan semester akhir.
Layanan Bantuan Resmi
Jika sekolah menghadapi kendala teknis atau membutuhkan konfirmasi informasi, sangat disarankan untuk hanya menghubungi kanal resmi SNPMB guna menghindari hoaks.
Layanan dapat diakses melalui website snpmb.bppp.kemdikbud.go.id atau email ke [email protected]. Tersedia pula layanan Call Center di 08041-450-450 yang beroperasi Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, serta akun Instagram resmi @snpmb_bppp.
Pengumuman kuota ini menjadi titik start bagi ribuan siswa mengejar kursi PTN impian. Tanggung jawab besar kini berada di pundak sekolah untuk mengawal proses verifikasi dan pendaftaran tanpa kesalahan administratif yang merugikan siswa.





