Australia tetap menjadi salah satu destinasi pendidikan paling populer bagi mahasiswa Indonesia di tahun 2026. Data terbaru menunjukkan jumlah mahasiswa internasional di Australia mencapai lebih dari 839.200 orang pada semester pertama 2026, angka tertinggi sepanjang sejarah. Tren kenaikan biaya kuliah yang berkisar 3–7% per tahun membuat perencanaan finansial sejak jauh hari menjadi sangat krusial bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Negeri Kanguru.
Seluruh estimasi biaya dalam artikel ini menggunakan asumsi kurs AUD 1 = Rp 11.000. Perlu dicatat bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia bisa berfluktuasi, sehingga angka-angka yang disajikan bersifat estimasi dan sebaiknya selalu dicek ulang dengan kurs terkini sebelum membuat keputusan finansial. Sumber data berasal dari IDP Indonesia, Hotcourses, Sun Education Group, dan Study Australia periode 2025–2026.
Artikel ini akan membahas secara lengkap rincian biaya kuliah di tiga kota besar Australia — Sydney, Melbourne, dan Perth — dalam satuan rupiah. Pembahasan mencakup biaya per jenjang (S1, S2, S3), biaya hidup, perbandingan antar kota, hingga informasi beasiswa dan tips persiapan finansial. Bagi yang masih mempertimbangkan opsi kampus dalam negeri, bisa juga membandingkan dengan rincian biaya kuliah Universitas Gunadarma 2026 sebagai referensi alternatif.
Gambaran Umum Sistem Biaya Kuliah di Australia 2026
Universitas di Australia menetapkan biaya kuliah (tuition fee) berbeda antara mahasiswa domestik dan internasional. Mahasiswa internasional dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi karena tidak mendapat subsidi dari pemerintah Australia. Besaran biaya ditentukan oleh tiga faktor utama: jurusan yang dipilih, reputasi universitas, dan durasi program studi. Bidang kedokteran dan teknik umumnya memiliki biaya tertinggi, sementara humaniora dan pendidikan cenderung lebih terjangkau.
Selain tuition fee, ada beberapa komponen biaya yang perlu diperhitungkan. Student Services and Amenities Fee (SSAF) berkisar AUD 300–1.000 per tahun, sementara Overseas Student Health Cover (OSHC) yang bersifat wajib membutuhkan sekitar AUD 500–700 per tahun. Beberapa program juga mengenakan biaya laboratorium, material fee, atau field trip fee tergantung jurusan. Secara keseluruhan, biaya tambahan ini bisa menambah sekitar Rp 10–20 juta per tahun di luar uang kuliah.
| Jenjang | Biaya/Tahun (AUD) | Biaya/Tahun (Rupiah) |
|---|---|---|
| D3/Diploma | AUD 4.000–22.000 | Rp 44 jt – 242 jt |
| S1 (Bachelor) | AUD 20.000–50.000 | Rp 220 jt – 550 jt |
| S2 (Master) | AUD 22.000–54.000 | Rp 242 jt – 594 jt |
| S3 (Doktoral) | AUD 30.000–80.000 | Rp 330 jt – 880 jt |
Biaya Kuliah di Sydney 2026 dalam Rupiah
Sydney merupakan kota dengan biaya pendidikan tertinggi di Australia, namun juga menjadi rumah bagi beberapa universitas paling bergengsi di dunia. University of Sydney dan UNSW Sydney secara konsisten masuk dalam peringkat 50 besar dunia versi QS World University Rankings. Untuk jenjang S1, biaya kuliah di Sydney berkisar AUD 35.000–50.000 per tahun atau sekitar Rp 385–550 juta. Sementara untuk S2, kisarannya AUD 35.000–54.000 per tahun (~Rp 385–594 juta). UTS dan Macquarie University menawarkan opsi yang sedikit lebih terjangkau di kisaran AUD 30.000–40.000 per tahun.
Biaya hidup di Sydney juga yang tertinggi di Australia, dengan estimasi sekitar Rp 25–30 juta per bulan. Akomodasi menjadi komponen terbesar, dengan sewa apartemen studio di area CBD mencapai AUD 1.500–2.500 per bulan, sementara shared apartment di suburb bisa ditekan ke AUD 800–1.200. Transportasi menggunakan Opal Card membutuhkan sekitar AUD 50–80 per bulan untuk mahasiswa. Jika ditotal, biaya kuliah ditambah biaya hidup selama program S1 empat tahun di Sydney bisa mencapai Rp 2,7–3,5 miliar.
Biaya Kuliah di Melbourne 2026 dalam Rupiah
Melbourne sering disebut sebagai kota paling layak huni di dunia dan menjadi pilihan favorit mahasiswa Indonesia. University of Melbourne dan Monash University merupakan dua institusi unggulan di kota ini. Biaya kuliah S1 di Melbourne berkisar AUD 30.000–48.000 per tahun (~Rp 330–528 juta), sedangkan S2 berada di kisaran AUD 30.000–50.000 per tahun (~Rp 330–550 juta). Menariknya, Victoria University menawarkan program mulai dari AUD 14.600 per tahun (~Rp 161 juta) yang menjadi opsi sangat terjangkau untuk kota sebesar Melbourne.
Dari sisi biaya hidup, Melbourne sedikit lebih murah dibanding Sydney meskipun tidak terlalu signifikan. Estimasi biaya hidup bulanan berkisar Rp 22–28 juta, tergantung gaya hidup dan lokasi tempat tinggal. Tinggal di suburb seperti Footscray atau Clayton bisa menghemat biaya sewa hingga 30% dibanding inner city. Transportasi menggunakan Myki Card dengan tarif pelajar juga membantu menekan pengeluaran. RMIT University dan Deakin University menjadi alternatif mid-range yang menawarkan keseimbangan antara kualitas pendidikan dan biaya yang lebih terjangkau.
Biaya Kuliah di Perth 2026 dalam Rupiah
Perth merupakan opsi paling terjangkau di antara tiga kota besar yang dibahas dalam artikel ini. University of Western Australia (UWA), Curtin University, dan Murdoch University menjadi pilihan utama di kota ini. Biaya kuliah S1 di Perth berkisar AUD 25.000–42.000 per tahun (~Rp 275–462 juta), sementara S2 berada di kisaran AUD 27.000–45.000 per tahun (~Rp 297–495 juta). Selisih ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan Sydney yang bisa lebih mahal Rp 100–150 juta per tahun.
Keunggulan Perth bukan hanya soal biaya kuliah yang lebih rendah, tetapi juga biaya hidup yang jauh lebih hemat. Estimasi biaya hidup di Perth sekitar Rp 18–22 juta per bulan, hampir 30% lebih murah dari Sydney. Perth juga memiliki zona waktu yang hanya berbeda satu jam dari WIB, sehingga tidak ada jetlag berarti saat berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Komunitas Indonesia di Perth cukup besar, dan kota ini dikenal kuat di bidang mining engineering serta resources — jurusan yang sangat dicari oleh industri pertambangan global.
Perbandingan Biaya: Sydney vs Melbourne vs Perth
| Komponen | Sydney | Melbourne | Perth |
|---|---|---|---|
| Kuliah S1/tahun | Rp 385–550 jt | Rp 330–528 jt | Rp 275–462 jt |
| Kuliah S2/tahun | Rp 385–594 jt | Rp 330–550 jt | Rp 297–495 jt |
| Biaya hidup/bulan | Rp 25–30 jt | Rp 22–28 jt | Rp 18–22 jt |
| Total S1 4 tahun (estimasi) | Rp 2,7–3,5 M | Rp 2,4–3,2 M | Rp 2,0–2,7 M |
| Total S2 2 tahun (estimasi) | Rp 1,4–1,9 M | Rp 1,2–1,7 M | ✅ Rp 1,0–1,5 M |
Dari tabel di atas, Perth menjadi pilihan paling hemat dengan potensi penghematan hingga Rp 500 juta–1 miliar dibanding Sydney untuk program S1 empat tahun. Melbourne berada di posisi tengah dan menjadi kompromi yang baik antara prestige universitas dan biaya yang tidak selalu semahal Sydney. Bagi yang memiliki budget terbatas namun tetap ingin pengalaman kuliah di kota besar, Melbourne dengan opsi seperti Victoria University bisa menjadi pertimbangan serius.
Universitas Terjangkau di Australia 2026
Selain universitas di kota besar, Australia memiliki sejumlah universitas regional yang menawarkan biaya kuliah jauh lebih terjangkau. Torrens University memimpin dengan biaya mulai AUD 13.200 per tahun (~Rp 145 juta), diikuti UniSQ di Queensland dengan biaya S1 mulai AUD 24.000 (~Rp 264 juta). Federation University di Victoria dan Charles Darwin University juga menawarkan tarif kompetitif di kisaran AUD 25.000–25.400 per tahun. Universitas regional ini bahkan memberikan bonus poin untuk permanent residency (PR) serta beasiswa hingga 25% potongan biaya kuliah, menjadikannya pilihan cerdas bagi yang mengutamakan efisiensi biaya. Sebagai perbandingan, biaya ini masih jauh lebih tinggi dari kampus swasta Indonesia seperti biaya kuliah UPH 2026, tetapi pengalaman internasional dan peluang karier global menjadi nilai tambah yang signifikan.
Beasiswa dan Cara Mengurangi Biaya Kuliah
Beberapa skema beasiswa bisa secara signifikan meringankan beban biaya kuliah di Australia. Australia Awards Scholarship dari pemerintah Australia merupakan beasiswa fully funded yang mencakup tuition fee, biaya hidup, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan. Dari sisi Indonesia, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) menyediakan beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 yang mencakup biaya kuliah penuh dan biaya hidup. Beasiswa Unggulan Kemendikbud juga bisa menjadi alternatif, meskipun kuotanya lebih terbatas.
Di luar beasiswa pemerintah, hampir semua universitas Australia menyediakan merit-based scholarship untuk mahasiswa internasional berprestasi. University of Melbourne menawarkan Melbourne Graduate Scholarship, UWA memiliki Global Excellence Scholarship, dan Monash University memiliki berbagai skema potongan biaya. Selain beasiswa, cara lain untuk menghemat biaya adalah dengan bekerja part-time (maksimal 48 jam per dua minggu sesuai aturan visa 2026), memilih pathway program atau credit transfer, dan tinggal di suburb yang lebih terjangkau namun tetap terhubung transportasi publik.
⚠️ Penting: Untuk pengajuan visa pelajar (Subclass 500), pemerintah Australia mensyaratkan bukti dana minimum AUD 29.710 per tahun (~Rp 327 juta) untuk biaya hidup, di luar biaya kuliah. Pastikan dokumen keuangan sudah disiapkan minimal 3–6 bulan sebelum pengajuan visa.
Tips Persiapan Finansial untuk Mahasiswa Indonesia
Persiapan finansial idealnya dimulai 1–2 tahun sebelum keberangkatan. Strategi penukaran mata uang sangat penting — disarankan untuk membuka rekening valas AUD dan membeli dolar Australia secara bertahap (dollar cost averaging) agar tidak tergantung pada satu titik kurs. Aplikasi remittance seperti Wise atau OFX sering menawarkan kurs lebih kompetitif dibanding bank konvensional untuk transfer dana ke Australia.
Untuk OSHC (asuransi kesehatan wajib), beberapa provider seperti Allianz Care, Medibank, dan BUPA menawarkan paket dengan harga bervariasi mulai AUD 500–700 per tahun. Bandingkan benefit dan harga sebelum memilih. Selain itu, siapkan dana darurat minimal AUD 3.000–5.000 (~Rp 33–55 juta) untuk kebutuhan tak terduga. Perencanaan yang matang akan membuat pengalaman kuliah di Australia jauh lebih tenang dan fokus pada akademik. Bagi yang masih menjajaki opsi kampus swasta di Indonesia sebagai plan B, biaya kuliah Prasmul 2026 bisa dijadikan bahan perbandingan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa total biaya kuliah S1 di Australia selama 4 tahun dalam rupiah?
Total biaya kuliah S1 selama 4 tahun (termasuk biaya hidup) berkisar Rp 2,0–3,5 miliar tergantung kota dan universitas. Perth menjadi opsi paling hemat di kisaran Rp 2,0–2,7 miliar, sementara Sydney bisa mencapai Rp 2,7–3,5 miliar. Angka ini sudah termasuk tuition fee, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.
2. Kota mana yang paling murah untuk kuliah di Australia?
Perth merupakan kota paling terjangkau di antara tiga kota besar Australia, dengan biaya kuliah dan biaya hidup yang bisa 20–30% lebih rendah dari Sydney. Selain itu, kota-kota regional seperti Adelaide, Hobart, atau Darwin menawarkan biaya yang bahkan lebih rendah lagi. Universitas regional juga memberikan bonus poin PR dan beasiswa khusus.
3. Apakah mahasiswa internasional boleh bekerja part-time di Australia?
Ya, pemegang visa pelajar (Subclass 500) diperbolehkan bekerja part-time maksimal 48 jam per dua minggu selama masa kuliah aktif. Saat liburan semester, tidak ada batasan jam kerja sehingga bisa bekerja full-time. Penghasilan dari kerja part-time bisa membantu menutup sebagian biaya hidup bulanan.
4. Apa itu OSHC dan apakah wajib bagi mahasiswa Indonesia?
OSHC (Overseas Student Health Cover) adalah asuransi kesehatan yang wajib dimiliki seluruh mahasiswa internasional selama berada di Australia. Biayanya berkisar AUD 500–700 per tahun, tergantung provider yang dipilih seperti Allianz Care, Medibank, atau BUPA. OSHC mencakup layanan dokter umum, rumah sakit, dan beberapa layanan kesehatan dasar lainnya.
5. Berapa dana minimum yang harus ditunjukkan untuk pengajuan visa pelajar Australia?
Pemerintah Australia mensyaratkan bukti dana minimum AUD 29.710 per tahun (~Rp 327 juta) untuk biaya hidup, di luar biaya kuliah yang sudah dibayar atau dijamin. Dana ini harus tersedia dalam bentuk tabungan, deposito, atau surat jaminan finansial dari sponsor. Dokumen keuangan sebaiknya disiapkan minimal 3–6 bulan sebelum pengajuan visa.
6. Beasiswa apa saja yang tersedia untuk mahasiswa Indonesia ke Australia?
Beberapa beasiswa utama meliputi Australia Awards Scholarship (fully funded dari pemerintah Australia), LPDP untuk S2/S3, dan Destination Australia Scholarship. Selain itu, hampir setiap universitas menyediakan merit-based scholarship dengan potongan 10–50% tuition fee. Pendaftaran beasiswa biasanya dibuka 6–12 bulan sebelum tahun akademik dimulai.
7. Jurusan apa yang paling mahal dan paling murah di universitas Australia?
Jurusan termahal adalah Kedokteran dan Kedokteran Gigi dengan biaya mencapai AUD 80.000 per tahun (~Rp 880 juta). Sementara jurusan paling terjangkau adalah Humaniora, Pendidikan, dan Seni dengan kisaran AUD 20.000–30.000 per tahun. Jurusan Engineering, IT, dan Business berada di kategori menengah sekitar AUD 35.000–45.000 per tahun.
8. Apakah biaya kuliah di Australia naik setiap tahun?
Ya, rata-rata kenaikan biaya kuliah untuk mahasiswa internasional berkisar 3–7% per tahun. Beberapa universitas menawarkan “fee lock” di mana tuition fee tidak naik selama durasi program, namun ini tidak berlaku di semua institusi. Sangat penting untuk menanyakan kebijakan kenaikan biaya saat memilih universitas.
9. Kapan waktu terbaik untuk mulai mempersiapkan dana kuliah di Australia?
Idealnya persiapan finansial dimulai 1–2 tahun sebelum rencana keberangkatan. Strategi menabung dalam mata uang AUD secara bertahap (dollar cost averaging) sangat disarankan untuk menghindari risiko fluktuasi kurs. Selain menabung, gunakan waktu tersebut untuk riset beasiswa dan menyiapkan dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk visa.
10. Apa keuntungan memilih universitas regional di Australia dibanding universitas di kota besar?
Universitas regional menawarkan biaya kuliah hingga 40–50% lebih rendah, dengan program mulai dari AUD 13.200 per tahun (~Rp 145 juta). Selain itu, lulusan universitas regional mendapat bonus poin untuk pengajuan permanent residency (PR) di Australia. Biaya hidup di daerah regional juga jauh lebih murah, dan beberapa universitas memberikan beasiswa khusus hingga 25% potongan tuition fee.
Kuliah di Australia memang membutuhkan investasi finansial yang besar, namun dengan perencanaan matang, hasilnya sepadan. Perth menjadi pilihan paling hemat, Sydney menawarkan prestige tertinggi, dan Melbourne berada di posisi tengah yang seimbang. Mulailah riset universitas dan beasiswa dari sekarang, siapkan dokumen keuangan, dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan education agent terpercaya seperti IDP atau Sun Education untuk panduan lebih detail. Semoga informasi ini membantu dalam merencanakan langkah pendidikan selanjutnya.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.





