Beranda » Berita » Sudah Daftar Bansos 2026 Tapi Gagal? Ternyata Ini Penyebabnya

Sudah Daftar Bansos 2026 Tapi Gagal? Ternyata Ini Penyebabnya

Sudah daftar bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2026, tapi kok malah gagal? Pasti bikin bertanya-tanya, kan?

Ternyata, banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya. Salah satunya adalah pemahaman soal desil bantuan sosial (bansos), khususnya bagi warga seperti di Kabupaten Kuningan dan wilayah lainnya di Indonesia.

Pemerintah menggunakan data kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan utama. Nah, data inilah yang menentukan siapa yang berhak menerima bansos di tahun 2026 nanti.

Pengelompokan berdasarkan desil ini bertujuan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sehingga benar-benar sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan. Lalu, bagaimana cara kita tahu termasuk dalam desil yang mana? Artikel ini akan membahas tuntas!

Yuk, kita kupas tuntas cara cek desil bansos 2026, mulai dari pengertian desil DTSEN BPS, kategori penerima, cara pengecekan menggunakan NIK KTP, sampai solusi jika ada data yang tidak sesuai. Simak baik-baik, ya!

Definisi Desil DTSEN BPS

Desil DTSEN BPS adalah sistem pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Sistem ini membagi masyarakat menjadi sepuluh kategori, yang disebut desil.

Desil 1 menunjukkan kondisi ekonomi yang paling rendah atau sangat miskin, sementara desil 10 mencerminkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Pemerintah menetapkan desil 1 hingga desil 4 sebagai prioritas utama penerima berbagai program bantuan sosial.

Pembagian Desil Penerima Bansos 2026

Supaya bantuan sosial tepat sasaran, masyarakat dikelompokkan sesuai dengan desil ekonomi masing-masing. Berikut pembagiannya:

  • Desil 1 (sangat miskin): Prioritas utama untuk menerima program PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional), KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan bantuan pangan lainnya.
  • Desil 2 (miskin): Peluang besar untuk mendapatkan PKH, BPNT, dan berbagai subsidi lainnya.
  • Desil 3–4: Dianggap rentan miskin dan memiliki akses terbatas terhadap bantuan sosial.
  • Desil 5–10: Umumnya tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan sosial tetap.
Baca Juga:  Cara Cek Bansos 2026 Terbaru: Nama Penerima PKH, BPNT & BLT Kesra di Kemensos

Perlu diingat, data desil bersifat dinamis dan bisa berubah seiring dengan pembaruan pendataan ekonomi. Jadi, jangan kaget kalau tiba-tiba desil kamu berubah, ya!

Cara Memeriksa Desil DTSEN BPS 2026

Masyarakat bisa mengecek sendiri posisi desil ekonomi keluarga secara online. Caranya cukup mudah, kok!

Siapkan KTP dan KK, lalu kunjungi portal resmi DTSEN atau Regsosek. Masukkan NIK KTP kepala keluarga dan kode verifikasi yang diminta. Sistem akan langsung menampilkan hasil desil atau persentil ekonomi keluarga.

Cara Memeriksa NIK yang Terdaftar untuk Bansos PKH dan BPNT

Selain mengecek desil BPS, kamu juga bisa memastikan apakah NIK kamu terdaftar sebagai penerima bansos PKH dan BPNT.

Caranya, kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id. Isi data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan), nama lengkap sesuai KTP, dan kode captcha yang tertera. Hasil pencarian akan menunjukkan status penerimaan PKH atau BPNT.

Jika kamu merasa sudah termasuk dalam desil prioritas tapi belum terdaftar sebagai penerima bansos, segera hubungi pendamping sosial atau aparat desa setempat untuk mendapatkan penjelasan dan bantuan lebih lanjut.

Alasan Data Desil Tidak Sesuai

Kadang, data yang tercatat di sistem tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Kenapa bisa begitu?

Penilaian kesejahteraan menggunakan metode Proxy Means Testing (PMT). Metode ini memperhitungkan berbagai faktor, seperti kondisi rumah, kepemilikan aset, dan fasilitas rumah tangga. Jadi, misalnya kamu punya rumah permanen atau aset tertentu, skor ekonomi kamu bisa jadi lebih tinggi meskipun penghasilanmu sebenarnya tidak seberapa.

Jika kamu menemukan ketidakcocokan data, jangan khawatir! Kamu bisa mengajukan sanggahan melalui musyawarah desa atau menggunakan fitur usulan dan sanggahan dalam aplikasi Cek Bansos. Jangan lupa, lampirkan bukti-bukti yang mendukung, ya.

Baca Juga:  BLT 2026 Resmi Cair! Cek Jenis Bantuan, Syarat, dan Cara Daftarnya

Jadwal Penyaluran Bansos 2026

Penyaluran bansos di tahun 2026 rencananya akan dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) atau PT Pos Indonesia.

Pencairan dibagi menjadi empat tahap sepanjang tahun: Januari–Maret, April–Juni, Juli–September, dan Oktober–Desember.

TahapBulan
1Januari – Maret
2April – Juni
3Juli – September
4Oktober – Desember

Itulah jadwal perkiraan penyaluran bansos. Jadwal ini bisa saja berubah, jadi pantau terus informasi resmi dari pemerintah, ya!

Singkatnya, memahami cara memeriksa desil bantuan sosial 2026 itu penting banget untuk memastikan apakah kamu berpotensi menerima bantuan atau tidak. Jangan lupa, data desil menunjukkan kondisi finansial keluarga, dan DTSEN Kemensos jadi acuan resmi penentuan penerima bansos.

Yuk, cek datamu secara berkala dan segera lakukan perbaikan jika ada ketidakcocokan. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa lebih adil dan tepat sasaran! (Sumber: tribunnews.com)