Cara Investasi Saham Pemula 2026 – Panduan Lengkap Mulai Rp100 Ribu

By

Tim Redaksi

19 Januari 2026.



Strategi Investasi Saham Aman untuk Pemula

Dollar Cost Averaging (DCA) – Strategi Paling Aman

Dollar Cost Averaging atau DCA adalah strategi investasi dengan cara menyetorkan dana dalam jumlah tetap secara berkala, misalnya Rp500 ribu setiap bulan untuk membeli saham yang sama. Keunggulan strategi ini adalah mengurangi risiko salah timing karena harga beli akan dirata-ratakan sepanjang waktu—jika harga turun maka mendapat lebih banyak lot, jika harga naik maka portofolio tetap berkembang. Strategi DCA sangat cocok untuk pemula karena tidak perlu stress memprediksi kapan waktu terbaik untuk masuk pasar, cukup konsisten investasi setiap bulan saja.

Diversifikasi Portfolio yang Tepat

Prinsip diversifikasi adalah tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang untuk mengurangi risiko kerugian besar. Contoh diversifikasi sederhana untuk pemula bisa berupa alokasi 40% di saham perbankan (BBCA, BBRI), 25% di consumer goods (UNVR, ICBP), 20% di telekomunikasi/infrastruktur (TLKM, JSMR), dan 15% di sektor teknologi atau growing sectors. Dengan diversifikasi yang baik, jika satu sektor mengalami penurunan, sektor lainnya bisa menjadi penyeimbang sehingga kerugian tidak terlalu besar.

Baca Juga:  Saya Hitung Sendiri Bunga SPinjam vs GoPay Pinjam 2026: Ini Biaya Sebenarnya


Kesalahan Fatal Pemula yang Harus Dihindari

Kesalahan pertama dan paling umum adalah FOMO (Fear of Missing Out), yaitu membeli saham hanya karena sedang trending di media sosial tanpa analisis mendalam. Banyak pemula terjebak membeli di harga puncak saat saham sudah naik tinggi, kemudian panik menjual saat harga mulai turun—akibatnya kerugian tak terhindarkan. Kesalahan kedua adalah tidak melakukan riset alias memiliki gambling mentality, di mana keputusan investasi hanya berdasarkan rekomendasi orang lain tanpa memahami bisnis perusahaan yang dibeli sahamnya.

Kesalahan fatal lainnya adalah panik selling saat harga turun dan menggunakan uang panas seperti utang atau dana darurat untuk investasi. Volatilitas pasar adalah hal yang normal—IHSG bisa turun 5-10% dalam beberapa minggu lalu pulih kembali dalam beberapa bulan. Investor yang panik menjual justru mengunci kerugian yang seharusnya hanya bersifat sementara. Selain itu, menggunakan uang pinjaman untuk investasi sangat berbahaya karena jika harga turun, investor tetap harus membayar utang plus bunganya—ini bisa berujung pada kerugian berlipat ganda.

⚠️ Peringatan: Pajak transaksi saham sebesar 0,1% dari nilai penjualan (PPh Final) dan fee broker sekitar 0,1%-0,3% per transaksi akan dipotong otomatis. Pastikan memperhitungkan biaya ini dalam kalkulasi keuntungan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Berapa modal minimal untuk mulai investasi saham di 2026?

Modal minimal untuk investasi saham adalah Rp100.000 karena banyak sekuritas yang menetapkan setoran awal tersebut untuk pembukaan rekening. Pembelian saham dihitung per lot (100 lembar), jadi dengan modal Rp100 ribu bisa membeli saham dengan harga per lembar di bawah Rp1.000. Untuk saham blue chip seperti BBCA atau BBRI yang harganya lebih tinggi, diperlukan modal lebih besar atau bisa menabung bertahap.

Baca Juga:  Cara Daftar Akun SNPMB/LTMPT 2026

2. Apakah investasi saham aman untuk pemula?

Investasi saham relatif aman jika dilakukan dengan pengetahuan yang cukup, strategi yang tepat, dan menggunakan uang dingin yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Seluruh dana investor dilindungi oleh KSEI dan disimpan terpisah di Rekening Dana Nasabah (RDN). Kunci keamanan adalah memilih saham dengan fundamental kuat, melakukan diversifikasi, dan berinvestasi untuk jangka panjang minimal 3-5 tahun.

3. Berapa lama proses pembukaan rekening saham online?

Proses registrasi data di aplikasi sekuritas hanya membutuhkan waktu 10-15 menit, namun verifikasi identitas (e-KYC) memerlukan waktu 1-3 hari kerja. Setelah disetujui, investor akan mendapatkan SID dari KSEI dan RDN yang siap digunakan. Beberapa sekuritas bahkan menawarkan proses instant verification yang lebih cepat dengan syarat tertentu.

4. Apa itu lot dalam saham dan berapa minimal pembeliannya?

Lot adalah satuan pembelian saham di Bursa Efek Indonesia, di mana 1 lot sama dengan 100 lembar saham. Minimal pembelian adalah 1 lot, sehingga total biaya tergantung pada harga per lembar saham yang dibeli. Contohnya, jika harga saham Rp2.000 per lembar, maka 1 lot membutuhkan modal Rp200.000 (100 lembar × Rp2.000).

5. Bagaimana cara memilih sekuritas yang terpercaya?

Pastikan memilih sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi anggota aktif Bursa Efek Indonesia (BEI). Cek legalitas melalui website resmi OJK di www.ojk.go.id atau BEI di www.idx.co.id. Pertimbangkan juga faktor lain seperti fee transaksi, kemudahan aplikasi, fitur edukasi, dan layanan customer service.

6. Apa perbedaan saham blue chip dan saham gorengan?

Saham blue chip adalah saham perusahaan besar dengan fundamental kuat, kapitalisasi pasar tinggi, likuiditas baik, dan track record membagikan dividen secara rutin—contohnya saham yang tergabung dalam indeks LQ45 atau IDX30. Saham gorengan adalah istilah untuk saham dengan kapitalisasi kecil yang harganya mudah dimanipulasi oleh bandar, volatilitas tinggi, dan fundamental kurang jelas—sangat berisiko untuk pemula.

Baca Juga:  7 Bank Deposito Bunga Tertinggi 2026: Hingga 7.5% Per Tahun!

7. Berapa pajak dan biaya transaksi saham di Indonesia?

Pajak transaksi saham sebesar 0,1% dari nilai penjualan (PPh Final) yang dipotong otomatis oleh sekuritas saat menjual saham. Selain itu ada fee broker yang bervariasi antara 0,1%-0,3% per transaksi tergantung kebijakan masing-masing sekuritas. Biaya-biaya ini harus diperhitungkan dalam kalkulasi keuntungan investasi.

8. Kapan waktu terbaik untuk membeli saham?

Tidak ada waktu yang “sempurna” untuk membeli saham karena tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan pasar dengan akurat. Strategi yang lebih bijak adalah menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) dengan investasi rutin setiap bulan, sehingga harga beli akan dirata-ratakan sepanjang waktu. Untuk pemula, fokus pada konsistensi investasi lebih penting daripada mencoba timing market.

9. Apa yang harus dilakukan jika harga saham turun drastis?

Jika harga saham turun drastis, langkah pertama adalah evaluasi apakah fundamental perusahaan masih baik atau ada masalah serius. Jika fundamentalnya masih solid, penurunan harga justru bisa menjadi kesempatan untuk average down atau menambah posisi di harga lebih murah. Hindari panik selling karena kerugian baru menjadi nyata ketika saham dijual—investor jangka panjang dengan saham fundamental kuat biasanya akan recover seiring waktu.

10. Apakah perlu NPWP untuk buka rekening saham?

NPWP tidak wajib untuk membuka rekening saham, namun sangat disarankan untuk memudahkan pelaporan pajak di kemudian hari. Beberapa sekuritas memperbolehkan pembukaan rekening hanya dengan KTP saja. Namun jika berencana investasi dalam jangka panjang dengan nominal besar, sebaiknya segera membuat NPWP untuk kepatuhan perpajakan yang baik.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.

Related Post