7 Syarat Pengajuan KUR BSI 2026 Terbaru – Modal Usaha Tanpa Agunan & Tanpa Riba

By

Tim Redaksi

18 Januari 2026.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat lebih dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia pada tahun 2026, namun akses permodalan masih menjadi kendala utama bagi sebagian besar pelaku usaha kecil. Banyak pengusaha mikro yang enggan mengajukan pinjaman ke bank karena khawatir dengan sistem bunga yang memberatkan serta persyaratan agunan yang sulit dipenuhi. Kabar baiknya, Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir dengan solusi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah yang bebas riba dan tanpa agunan untuk plafon tertentu.

KUR BSI menjadi pilihan menarik bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha dengan prinsip syariah Islam. Berbeda dengan KUR konvensional yang menggunakan sistem bunga, KUR BSI menerapkan akad murabahah, musyarakah, atau mudharabah dengan margin setara 6% per tahun berkat subsidi pemerintah. Program ini sangat cocok untuk pedagang kecil, wirausaha pemula, hingga petani dan nelayan yang membutuhkan suntikan modal tanpa harus menyediakan jaminan tambahan.

Artikel ini membahas secara lengkap 7 syarat pengajuan KUR BSI 2026 beserta prosedur dan tips agar pengajuan disetujui. Seluruh informasi disusun berdasarkan ketentuan resmi Bank Syariah Indonesia dan kebijakan pemerintah terbaru, sehingga dapat dijadikan panduan praktis sebelum mengajukan pembiayaan.



Apa Itu KUR BSI dan Mengapa Menjadi Pilihan Terbaik 2026?

KUR BSI merupakan program pembiayaan modal usaha dari Bank Syariah Indonesia yang ditujukan untuk pelaku UMKM dengan menerapkan prinsip syariah sepenuhnya. Program ini hadir sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia. Keunggulan utama KUR BSI terletak pada sistem akad yang bebas riba, sehingga memberikan ketenangan bagi nasabah yang ingin menjalankan usaha sesuai tuntunan agama Islam.

Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah terbesar di Indonesia menyediakan tiga jenis KUR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha. KUR Super Mikro menawarkan plafon hingga Rp10 juta tanpa agunan, cocok untuk pedagang keliling atau usaha rumahan. KUR Mikro memberikan plafon hingga Rp50 juta tanpa agunan tambahan, sementara KUR Kecil menyediakan plafon Rp50 juta hingga Rp500 juta dengan agunan sesuai ketentuan bank.

Jenis KUR BSIPlafon MaksimalAgunanTenor
KUR Super MikroRp10 jutaTanpa AgunanMaks 3 tahun
KUR MikroRp50 jutaTanpa AgunanMaks 3 tahun
KUR KecilRp500 jutaDengan AgunanMaks 5 tahun


Syarat Pertama: Warga Negara Indonesia yang Sah

Persyaratan paling mendasar untuk mengajukan KUR BSI adalah status kewarganegaraan Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang masih berlaku. Dokumen identitas ini menjadi syarat mutlak karena program KUR merupakan fasilitas pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang hanya diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia. Selain KTP, pemohon juga wajib melampirkan Kartu Keluarga (KK) terbaru sebagai dokumen pendukung verifikasi identitas.

Baca Juga:  Jadwal Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru 2026: Lengkap Triwulan 1-4 + Nominal Resmi

Sebelum mengajukan permohonan, pastikan data yang tercantum di KTP dan KK sudah sesuai dan tidak ada perbedaan informasi. Jika terdapat perubahan data seperti alamat atau status perkawinan, sebaiknya lakukan pembaruan terlebih dahulu di Disdukcapil setempat. Domisili pemohon juga harus berada dalam wilayah operasional kantor cabang BSI tempat pengajuan dilakukan.



Syarat Kedua: Usia Minimal dan Maksimal Pemohon

Bank Syariah Indonesia menetapkan batasan usia pemohon KUR yakni minimal 21 tahun atau sudah menikah pada saat pengajuan. Ketentuan ini memastikan bahwa pemohon sudah cakap hukum dan memiliki tanggung jawab penuh atas kewajiban pembayaran angsuran. Bagi calon pemohon yang belum berusia 21 tahun namun sudah menikah, permohonan tetap dapat diproses dengan melampirkan surat nikah sebagai bukti.

Adapun batas usia maksimal adalah 65 tahun pada saat pembiayaan berakhir, bukan pada saat pengajuan. Artinya, jika seseorang berusia 60 tahun dan mengajukan KUR dengan tenor 3 tahun, maka pada saat pelunasan usianya masih 63 tahun sehingga memenuhi syarat. Perhitungan ini penting untuk diperhatikan agar pemohon dapat menentukan tenor yang sesuai dengan batas usia maksimal yang ditetapkan.



Syarat Ketiga: Memiliki Usaha Produktif yang Aktif

Pemohon KUR BSI wajib memiliki usaha produktif yang sudah berjalan aktif minimal 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung jenis KUR yang diajukan. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa usaha sudah memiliki rekam jejak operasional dan mampu menghasilkan pendapatan untuk membayar angsuran. Jenis usaha yang dapat dibiayai meliputi sektor perdagangan, jasa, produksi, pertanian, perikanan, hingga industri kecil rumahan.

Sebagai bukti legalitas usaha, pemohon perlu menyiapkan Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), atau minimal Surat Keterangan Usaha dari RT/RW/Kelurahan setempat. Foto lokasi usaha dan produk yang dijual juga biasanya diminta sebagai dokumentasi pendukung. Penting untuk diingat bahwa usaha yang dijalankan harus sesuai dengan prinsip syariah, artinya tidak boleh mengandung unsur haram seperti perjudian, minuman keras, atau produk yang dilarang dalam Islam.

⚠️ Penting: Usaha yang baru akan dimulai atau belum berjalan sama sekali tidak memenuhi syarat untuk mengajukan KUR BSI. Pastikan usaha sudah beroperasi minimal 6 bulan dengan bukti dokumentasi yang jelas.



Syarat Keempat: Tidak Sedang Menerima Kredit Produktif Lain

Calon peminjam KUR BSI tidak boleh sedang menerima fasilitas kredit produktif dari bank lain, baik berupa KUR maupun pembiayaan usaha sejenis. Verifikasi dilakukan melalui Sistem Informasi Debitur (SID) OJK yang mencatat seluruh riwayat kredit nasabah di seluruh lembaga keuangan di Indonesia. Jika ditemukan bahwa pemohon masih memiliki KUR aktif di bank lain, maka permohonan akan ditolak secara otomatis oleh sistem.

Namun demikian, kepemilikan kredit konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), atau kartu kredit tidak menghalangi pengajuan KUR selama status pembayarannya lancar. Bagi yang ingin memastikan status kredit sebelum mengajukan, dapat melakukan pengecekan melalui layanan Informasi Debitur (iDEB) di website OJK. Jika ditemukan kredit bermasalah dengan kolektibilitas macet, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan KUR BSI. Sebagai perbandingan, pelaku UMKM juga bisa mempertimbangkan syarat KUR BRI tanpa jaminan 2026 yang memiliki ketentuan serupa namun menggunakan sistem konvensional.



Syarat Kelima: Melengkapi Dokumen Administrasi

Kelengkapan dokumen administrasi menjadi faktor krusial yang menentukan kelancaran proses pengajuan KUR BSI. Dokumen wajib untuk pemohon perorangan meliputi fotokopi KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah), Kartu Keluarga, serta surat nikah atau akta cerai jika relevan. Pas foto terbaru ukuran 4×6 dengan latar belakang merah atau biru juga biasanya diminta sebagai pelengkap administrasi.

Untuk dokumen usaha, pemohon perlu menyiapkan surat izin usaha atau NIB, NPWP khusus untuk plafon di atas Rp50 juta, serta foto tempat usaha dan produk yang dijual. Laporan keuangan sederhana selama 6 bulan terakhir meskipun opsional namun sangat disarankan untuk memperkuat pengajuan. Beberapa dokumen tambahan seperti bukti kepemilikan tempat usaha, rekening koran, atau surat pernyataan bermaterai mungkin diminta tergantung kebijakan kantor cabang BSI masing-masing.

Baca Juga:  Simulasi Take Over KPR 2026: Hemat Bunga Hingga Ratusan Juta

Jenis DokumenKeteranganStatus
KTP ElektronikPemohon dan pasangan✅ Wajib
Kartu KeluargaTerbaru dan masih berlaku✅ Wajib
Surat Nikah/CeraiJika sudah menikah/bercerai✅ Wajib
NIB/IUMK/SKULegalitas usaha✅ Wajib
NPWPUntuk plafon di atas Rp50 juta⚠️ Kondisional
Laporan Keuangan6 bulan terakhir📋 Disarankan


Syarat Keenam: Memenuhi Kriteria Kelayakan Usaha BSI

Selain persyaratan administratif, Bank Syariah Indonesia juga melakukan penilaian kelayakan usaha berdasarkan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral. Penilaian karakter (character) mencakup integritas dan rekam jejak pemohon dalam menjalankan usaha serta riwayat pembayaran kredit sebelumnya. Kapasitas (capacity) menilai kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar angsuran secara konsisten.

Pemohon juga harus memastikan tidak masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia atau OJK yang dapat menghalangi proses persetujuan. Lokasi usaha yang strategis, potensi pengembangan, serta konsistensi omzet menjadi faktor pertimbangan tambahan dalam analisis kelayakan. Menyiapkan proposal usaha sederhana yang menjelaskan profil usaha, penggunaan dana, serta proyeksi pembayaran dapat meningkatkan peluang persetujuan secara signifikan.



Syarat Ketujuh: Bersedia Mengikuti Ketentuan Akad Syariah

Syarat terakhir namun sangat penting adalah kesediaan pemohon untuk mengikuti seluruh ketentuan akad pembiayaan berbasis syariah yang ditetapkan BSI. Akad yang umum digunakan dalam KUR BSI adalah murabahah (jual beli dengan margin yang disepakati di awal), musyarakah (bagi hasil), atau ijarah (sewa-menyewa). Transparansi menjadi prinsip utama dalam akad syariah, di mana seluruh margin atau bagi hasil dijelaskan secara terbuka sejak awal tanpa ada biaya tersembunyi.

Nasabah yang mengajukan KUR BSI wajib memahami hak dan kewajibannya selama masa pembiayaan berlangsung. Kewajiban utama adalah membayar angsuran tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati serta menggunakan dana pembiayaan sesuai tujuan yang tercantum dalam akad. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, sistem syariah tidak menerapkan denda berbasis bunga melainkan mekanisme ta’zir yang diperuntukkan untuk dana sosial atau amal.

💡 Info: Margin KUR BSI 2026 setara dengan 6% per tahun berkat subsidi dari pemerintah. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pembiayaan komersial non-KUR yang bisa mencapai 12-15% per tahun.



Prosedur Lengkap Pengajuan KUR BSI 2026

Pengajuan KUR BSI dapat dilakukan melalui dua cara yaitu secara online dan offline sesuai preferensi pemohon. Untuk pengajuan online, calon nasabah dapat mengakses website resmi BSI di www.bankbsi.co.id atau melalui aplikasi BSI Mobile yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Platform digital ini memudahkan pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor cabang.

Bagi yang lebih nyaman dengan pengajuan tatap muka, silakan kunjungi kantor cabang BSI terdekat dengan membawa seluruh dokumen persyaratan yang telah disiapkan. Petugas Account Officer akan membantu proses pengisian formulir dan menjelaskan ketentuan pembiayaan secara detail. Tahapan proses pengajuan meliputi pengisian aplikasi, verifikasi dokumen, survey lokasi usaha, analisis kelayakan, persetujuan, penandatanganan akad, hingga pencairan dana yang memakan waktu 3-14 hari kerja tergantung jenis KUR yang diajukan.



Tips Jitu Agar Pengajuan KUR BSI Disetujui

Persiapan matang menjadi kunci utama agar pengajuan KUR BSI dapat disetujui dengan lancar. Sebelum mengajukan, pastikan seluruh dokumen sudah lengkap dan masih berlaku, data antara KTP, KK, dan dokumen lainnya sudah konsisten tanpa perbedaan informasi. Melakukan konsultasi awal dengan petugas BSI sebelum pengajuan resmi juga sangat disarankan untuk memastikan kelengkapan persyaratan dan mengetahui jenis KUR yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha.

Saat proses pengajuan berlangsung, bersikaplah jujur dalam mengisi setiap data yang diminta dan kooperatif ketika petugas melakukan survey ke lokasi usaha. Kesalahan umum yang sering menyebabkan penolakan antara lain dokumen tidak lengkap atau kadaluarsa, data yang tidak konsisten antar dokumen, riwayat kredit bermasalah, serta usaha yang tidak memenuhi kriteria syariah. Mencatat arus kas usaha dengan rapi dalam bentuk pembukuan sederhana dapat menjadi nilai tambah yang meyakinkan pihak bank tentang kemampuan pembayaran nasabah.

Baca Juga:  Apakah Semua Penerima KIS Gratis Berhak Atas PKH? Cek Ini


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Berapa margin atau bunga KUR BSI 2026?

Margin KUR BSI 2026 setara dengan 6% per tahun berkat subsidi dari pemerintah. Angka ini berlaku untuk semua jenis KUR BSI baik Super Mikro, Mikro, maupun Kecil. Perlu diingat bahwa KUR BSI tidak menggunakan sistem bunga melainkan akad syariah seperti murabahah dengan margin yang disepakati di awal.

2. Apakah KUR BSI benar-benar tanpa agunan atau jaminan?

KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta dan KUR Mikro dengan plafon hingga Rp50 juta dapat diajukan tanpa agunan atau jaminan tambahan. Sementara untuk KUR Kecil dengan plafon Rp50 juta hingga Rp500 juta, pemohon diwajibkan menyertakan agunan sesuai ketentuan bank yang nilainya proporsional dengan jumlah pembiayaan.

3. Berapa lama proses pengajuan KUR BSI sampai cair?

Proses pengajuan KUR Mikro dan Super Mikro biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja sejak dokumen dinyatakan lengkap. Untuk KUR Kecil dengan plafon lebih besar, prosesnya bisa mencapai 7-14 hari kerja karena memerlukan analisis lebih mendalam. Kelengkapan dokumen dan responsivitas pemohon sangat mempengaruhi kecepatan proses.

4. Usaha apa saja yang bisa mengajukan KUR BSI?

KUR BSI dapat diajukan oleh pelaku usaha di sektor perdagangan, jasa, produksi, pertanian, perikanan, dan industri kecil rumahan. Syarat utamanya adalah usaha tersebut harus halal dan sesuai dengan prinsip syariah Islam. Usaha yang mengandung unsur haram seperti perjudian, minuman keras, atau produk terlarang tidak dapat dibiayai melalui program ini.

5. Apakah bisa mengajukan KUR BSI jika sudah punya KPR atau kredit motor?

Kepemilikan kredit konsumtif seperti KPR, Kredit Kendaraan Bermotor, atau kartu kredit tidak menghalangi pengajuan KUR BSI selama status pembayarannya lancar. Yang tidak diperbolehkan adalah memiliki kredit produktif atau KUR aktif di bank lain secara bersamaan. Pastikan riwayat kredit di SID OJK menunjukkan kolektibilitas lancar untuk memperlancar proses pengajuan.

6. Apa bedanya KUR BSI dengan KUR bank konvensional seperti BRI?

Perbedaan utama terletak pada sistem akadnya, di mana KUR BSI menggunakan prinsip syariah bebas riba seperti murabahah atau musyarakah, sementara KUR bank konvensional menggunakan sistem bunga. Dari sisi margin atau bunga efektif sama-sama sekitar 6% per tahun karena subsidi pemerintah. Pemilihan antara keduanya lebih pada preferensi nasabah terhadap kesesuaian dengan prinsip agama.

7. Bagaimana cara mengecek status pengajuan KUR BSI?

Status pengajuan KUR BSI dapat dicek melalui beberapa cara yaitu menghubungi BSI Call di nomor 14040, datang langsung ke kantor cabang tempat pengajuan, atau melalui aplikasi BSI Mobile jika pengajuan dilakukan secara online. Biasanya pemohon juga akan dihubungi langsung oleh Account Officer untuk update perkembangan proses.

8. Apakah usaha baru bisa mengajukan KUR BSI?

Usaha yang baru berjalan kurang dari 6 bulan belum memenuhi syarat untuk mengajukan KUR BSI. Ketentuan minimal operasional usaha 6 bulan hingga 1 tahun diberlakukan untuk memastikan usaha sudah memiliki rekam jejak pendapatan. Bagi pelaku usaha baru, disarankan menjalankan usaha terlebih dahulu sambil mendokumentasikan transaksi hingga memenuhi syarat minimal.

9. Apa yang terjadi jika telat membayar angsuran KUR BSI?

Sistem syariah tidak menerapkan denda berbasis bunga untuk keterlambatan pembayaran. Namun bank dapat mengenakan ta’zir atau denda yang hasilnya disalurkan untuk dana sosial dan amal, bukan menjadi pendapatan bank. Keterlambatan yang berulang akan mempengaruhi status kolektibilitas dan menyulitkan pengajuan pembiayaan di kemudian hari.

10. Di mana bisa mengajukan KUR BSI secara online?

Pengajuan KUR BSI secara online dapat dilakukan melalui website resmi Bank Syariah Indonesia di www.bankbsi.co.id atau melalui aplikasi BSI Mobile yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Cukup lengkapi formulir pengajuan dan upload dokumen yang diperlukan, kemudian petugas akan menghubungi untuk proses selanjutnya.


Ketujuh syarat pengajuan KUR BSI 2026 di atas sebenarnya tidak rumit asalkan dipersiapkan dengan baik sejak awal. Program pembiayaan syariah tanpa riba ini menjadi alternatif menarik bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha dengan tetap menjaga prinsip-prinsip keuangan Islami. Dengan margin setara 6% per tahun dan tanpa agunan untuk plafon hingga Rp50 juta, KUR BSI layak dipertimbangkan sebagai sumber permodalan usaha yang terjangkau dan berkah.

ℹ️ Info: Informasi ini berdasarkan ketentuan KUR BSI yang berlaku hingga 2025. Untuk data spesifik tahun 2026, kunjungi website resmi www.bankbsi.co.id atau hubungi BSI Call 14040.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.

Related Post