Persaingan masuk Universitas Indonesia lewat jalur SNBT semakin ketat setiap tahunnya, dengan rasio peminat di jurusan-jurusan populer seperti Kedokteran atau Hukum bisa mencapai 1:50 bahkan lebih. Data resmi dari SNPMB menunjukkan bahwa ribuan calon mahasiswa setiap tahun terjebak dalam pola yang sama — hanya mengincar jurusan “mainstream” tanpa melakukan riset mendalam soal peluang lolos. Padahal, strategi pemilihan program studi yang tepat bisa menjadi pembeda antara diterima atau gagal di seleksi nasional ini.
Faktanya, UI memiliki puluhan program studi dengan jumlah peminat yang relatif sedikit namun kualitas pendidikan dan prospek karier yang tidak kalah menjanjikan. Berdasarkan data peminat UTBK SNBT 2024 dan daya tampung SNBT 2025, ada sejumlah jurusan dengan rasio keketatan di bawah 1:15 — jauh lebih bersahabat dibanding jurusan favorit. Artikel ini mengulas 10 jurusan sepi peminat di UI tahun 2026 lengkap dengan analisis rasio keketatan, prospek karier, dan strategi pemilihan prodi di SNBT.
Dari rumpun Saintek hingga Soshum, ada banyak jurusan “hidden gem” yang bisa jadi tiket emas masuk UI. Perlu diketahui, jurusan sepi peminat bukan berarti jurusan berkualitas rendah — justru banyak di antaranya memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja karena menghasilkan lulusan dengan keahlian langka dan spesifik.
Memahami Sistem Seleksi SNBT 2026
SNBT atau Seleksi Nasional Berbasis Tes merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri yang menggantikan SBMPTN sejak 2023. Komponen penilaian SNBT mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika. Yang menarik, SNBT tidak menguji mata pelajaran spesifik seperti Fisika atau Sejarah, sehingga peluang lintas jurusan menjadi lebih terbuka bagi semua peserta.
Rasio keketatan menjadi salah satu indikator paling penting dalam strategi pemilihan prodi. Rasio ini dihitung dari jumlah peminat dibagi daya tampung — semakin kecil angkanya, semakin besar peluang lolos. Banyak calon mahasiswa hanya melihat “nama besar” jurusan tanpa menganalisis data keketatan, padahal informasi ini tersedia secara terbuka di laman resmi SNPMB setiap tahunnya.
📅 Jadwal UTBK SNBT 2026: Pendaftaran 25 Maret – 7 April 2026 | Pelaksanaan UTBK 21 – 30 April 2026 (1 gelombang, 10 hari) | Pengumuman 25 Mei 2026.
Daftar 10 Jurusan Sepi Peminat UI 2026 Berdasarkan Data Resmi
Berdasarkan data peminat UTBK SNBT 2024 dan daya tampung SNBT 2025 dari SNPMB, berikut 10 program studi di UI dengan jumlah peminat terendah. Data ini menjadi proyeksi kuat untuk SNBT 2026 karena tren peminat cenderung konsisten dari tahun ke tahun, terutama untuk jurusan-jurusan di rumpun sastra dan sains murni.
| No | Program Studi | Peminat 2024 | Daya Tampung 2025 | Rasio |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Sastra Daerah (Jawa) | 156 | 24 | 1:6,5 |
| 2 | Sastra Rusia | 164 | 24 | 1:6,8 |
| 3 | Sastra Prancis | 221 | 17 | 1:13 |
| 4 | Fisika ⭐ | 225 | 42 | 1:5,4 |
| 5 | Sastra Jerman | 247 | 17 | 1:14,5 |
| 6 | Sastra Belanda | 248 | 24 | 1:10,3 |
| 7 | Ilmu Sejarah | 298 | 24 | 1:12,4 |
| 8 | Teknik Biomedis | 303 | 15 | 1:20,2 |
| 9 | Matematika | 315 | 30 | 1:10,5 |
| 10 | Geofisika | 315 | 26 | 1:12,1 |
Dari tabel di atas, terlihat pola menarik: lima dari sepuluh jurusan berasal dari rumpun Sastra (Jawa, Rusia, Prancis, Jerman, Belanda), sementara sisanya adalah jurusan sains murni dan teknik. Fisika menjadi jurusan dengan rasio terbaik yaitu 1:5,4 berkat daya tampung yang besar (42 kursi) dengan peminat hanya 225 orang. Artinya, secara statistik, peluang lolos di Fisika UI hampir dua kali lipat lebih besar dibanding jurusan seperti Teknik Biomedis yang rasionya 1:20,2.
⚠️ Penting: Meski disebut “sepi peminat”, kuota tetap terbatas. Rasio terkecil sekalipun (Fisika 1:5,4) artinya masih 4 dari 5 pendaftar ditolak. Nilai UTBK tetap harus tinggi — strategi ini memperbesar peluang, bukan jaminan lolos.
Analisis Jurusan Sepi Peminat — Rumpun Saintek
Fisika — Rasio Terbaik 1:5,4
Fisika UI menjadi jurusan dengan rasio keketatan paling rendah di antara sepuluh jurusan dalam daftar ini. Dengan daya tampung 42 kursi dan hanya 225 peminat, peluang lolos secara statistik cukup besar. Program studi ini mencakup bidang fisika material, fisika komputasi, dan energi terbarukan — semuanya sangat relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Prospek karier lulusan Fisika UI sangat luas, mulai dari R&D di perusahaan teknologi, peneliti di BRIN, hingga sektor energi terbarukan yang sedang berkembang pesat di Indonesia.
Matematika — Rasio 1:10,5
Matematika UI menawarkan tiga peminatan utama: matematika murni, matematika terapan, dan aktuaria. Menariknya, lulusan Matematika justru menjadi salah satu yang paling dicari di era data-driven economy saat ini. Profesi seperti data scientist, aktuaris, quantitative analyst, dan machine learning engineer semuanya membutuhkan fondasi matematika yang kuat. Dengan rasio 1:10,5 dan daya tampung 30 kursi, jurusan ini layak dipertimbangkan sebagai pilihan strategis.
Geofisika & Teknik Biomedis
Geofisika UI dengan rasio 1:12,1 mempelajari struktur bumi, mitigasi bencana, dan eksplorasi sumber daya alam — bidang yang sangat dibutuhkan di Indonesia sebagai negara dengan aktivitas geologis tinggi. Sementara itu, Teknik Biomedis memiliki peminat rendah (303 orang) namun daya tampungnya juga kecil (15 kursi), menghasilkan rasio 1:20,2 yang relatif lebih ketat. Meski begitu, prospek lulusan Teknik Biomedis sangat cerah di industri alat kesehatan dan healthtech yang terus bertumbuh.
Analisis Jurusan Sepi Peminat — Rumpun Soshum & Sastra
Sastra Daerah (Jawa) — Peminat Paling Sedikit
Sastra Daerah (Jawa) UI menempati posisi pertama sebagai jurusan dengan peminat paling sedikit, hanya 156 orang untuk 24 kursi (rasio 1:6,5). Jurusan ini mempelajari linguistik Jawa, sastra klasik dan modern, serta pelestarian budaya Nusantara. Prospek karier lulusannya mencakup penerjemah, diplomat budaya, peneliti bahasa di lembaga pemerintah, hingga content creator di bidang budaya yang semakin diminati di era digital.
Sastra Rusia, Prancis, Jerman, dan Belanda
Empat jurusan sastra bahasa asing ini konsisten berada di jajaran prodi sepi peminat UI. Sastra Rusia (rasio 1:6,8) dan Sastra Belanda (1:10,3) memiliki keunggulan unik — lulusannya sangat langka sehingga permintaan di sektor diplomatik, penerjemahan, dan perdagangan internasional cukup stabil. Sastra Prancis (1:13) dan Sastra Jerman (1:14,5) membuka peluang karier di kedutaan besar, perusahaan multinasional Eropa, serta lembaga internasional seperti PBB dan EU yang membutuhkan tenaga dengan kemampuan bahasa asing spesifik.
Ilmu Sejarah — Rasio 1:12,4
Ilmu Sejarah UI mempelajari historiografi, sejarah Asia Tenggara, dan digital humanities — bidang yang semakin relevan di era konten edukatif. Dengan 298 peminat dan 24 daya tampung, rasio 1:12,4 tergolong ramah. Lulusan Ilmu Sejarah banyak berkarier sebagai arsiparis, peneliti di think tank, jurnalis investigatif, hingga content creator edukatif di platform seperti YouTube dan podcast yang kini menjadi industri bernilai miliaran rupiah.
Prospek Karier dan Estimasi Gaji Lulusan
Salah satu kekhawatiran terbesar calon mahasiswa saat memilih jurusan sepi peminat adalah prospek karier dan gaji. Nah, anggapan bahwa jurusan langka berarti sulit cari kerja justru tidak sepenuhnya benar. Di banyak sektor, justru keahlian niche dan langka memiliki nilai tawar lebih tinggi karena supply tenaga kerjanya terbatas. Berikut gambaran estimasi gaji awal lulusan berdasarkan data pasar kerja terkini.
| Program Studi | Estimasi Gaji Awal (per bulan) | Sektor Karier Utama |
|---|---|---|
| Fisika | Rp 6–10 juta | R&D, energi, teknologi |
| Matematika | Rp 7–12 juta | Data science, fintech, aktuaria |
| Teknik Biomedis | Rp 6–9 juta | Healthtech, alat kesehatan |
| Geofisika | Rp 7–15 juta | Migas, pertambangan, BMKG |
| Sastra Asing (Rusia/Prancis/Jerman/Belanda) | Rp 5–8 juta | Diplomat, penerjemah, perusahaan MNC |
| Ilmu Sejarah / Sastra Daerah | Rp 4–7 juta | Arsiparis, riset, media edukatif |
Perlu dicatat bahwa gaji bukan satu-satunya indikator keberhasilan karier. Banyak lulusan jurusan “langka” justru memiliki keunggulan kompetitif saat melamar beasiswa S2 di luar negeri melalui LPDP, Erasmus+, atau Monbukagakusho karena bidang mereka tergolong niche dan sangat dibutuhkan secara global. Selain itu, ekosistem alumni UI yang kuat membuka jaringan profesional lintas bidang yang sangat berharga untuk pertumbuhan karier jangka panjang.
Strategi Jitu Memilih Prodi di SNBT 2026
Memilih program studi di SNBT bukan sekadar soal minat, tapi juga soal strategi yang matang. Langkah pertama adalah melakukan riset data keketatan dari laman resmi SNPMB sebelum periode pendaftaran dibuka. Perhatikan tren peminat selama 2–3 tahun terakhir, bukan hanya data satu tahun, karena lonjakan peminat bisa terjadi sewaktu-waktu akibat viral di media sosial atau perubahan kebijakan.
Strategi kombinasi pilihan prodi juga sangat penting. Idealnya, pilihan pertama diisi dengan jurusan impian (dream choice), sementara pilihan kedua diisi dengan jurusan yang rasio keketatannya lebih rendah sebagai safety net. Jangan pernah menaruh semua pilihan di jurusan-jurusan populer dengan rasio di atas 1:30, karena itu sama saja dengan mempersempit peluang secara signifikan.
Dari sisi persiapan tes, fokuskan latihan pada TPS dan Literasi yang berlaku universal untuk semua jurusan. Tidak ada tes mata pelajaran spesifik di SNBT, sehingga kemampuan penalaran dan literasi menjadi penentu utama. Yang juga perlu diingat: masuk UI di jurusan manapun membuka akses ke ekosistem kampus, jaringan alumni, dan fasilitas kelas dunia yang sama — banyak profesional sukses justru berkarier di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah jurusan sepi peminat di UI berarti kualitasnya rendah?
Tidak sama sekali. Semua program studi di UI memiliki standar akreditasi, kualitas dosen, dan fasilitas yang setara karena berada di bawah naungan universitas yang sama. Jurusan sepi peminat bukan berarti berkualitas rendah — hanya kurang populer di kalangan calon mahasiswa karena kurangnya informasi tentang prospek kariernya.
2. Apakah data keketatan tahun lalu masih relevan untuk SNBT 2026?
Ya, data keketatan 2–3 tahun terakhir masih sangat relevan sebagai proyeksi karena tren peminat cenderung konsisten. Namun, tetap pantau data terbaru saat pendaftaran SNBT 2026 dibuka pada 25 Maret 2026 melalui laman resmi SNPMB untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan.
3. Berapa biaya pendaftaran SNBT 2026?
Pendaftaran UTBK SNBT dikenakan biaya yang ditetapkan oleh BPPP setiap tahunnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, biaya UTBK berkisar Rp 200.000–Rp 300.000 dan bisa dibebaskan bagi peserta dari keluarga kurang mampu melalui mekanisme subsidi silang. Informasi resmi biaya SNBT 2026 akan diumumkan bersamaan dengan jadwal pendaftaran.
4. Bisa pindah jurusan setelah masuk UI?
UI memiliki mekanisme transfer prodi yang memungkinkan mahasiswa pindah jurusan dengan syarat tertentu, seperti IPK minimum dan ketersediaan kuota di prodi tujuan. Namun, proses ini tidak mudah dan tidak dijamin berhasil, sehingga sebaiknya pilih jurusan yang benar-benar diminati sejak awal. Alternatif lain adalah mengambil mata kuliah lintas fakultas atau minor di bidang yang diinginkan.
5. Bagaimana jika orang tua tidak setuju dengan jurusan sepi peminat?
Langkah terbaik adalah menyajikan data konkret tentang prospek karier dan gaji lulusan dari jurusan tersebut, termasuk contoh alumni sukses yang bisa ditemukan di LinkedIn. Tunjukkan juga bahwa masuk UI di jurusan manapun membuka akses ke jaringan alumni dan ekosistem kampus yang luar biasa. Komunikasikan dengan data dan fakta, bukan sekadar emosi atau keinginan semata.
6. Apa komponen tes SNBT 2026 yang harus dipersiapkan?
SNBT terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika. Tidak ada tes mata pelajaran spesifik, sehingga persiapan difokuskan pada kemampuan penalaran logis, pemahaman bacaan, dan penalaran kuantitatif. Latihan rutin menggunakan soal-soal UTBK tahun sebelumnya sangat disarankan untuk membangun familiaritas dengan format ujian.
7. Kapan jadwal pendaftaran dan pelaksanaan UTBK SNBT 2026?
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 dibuka pada 25 Maret hingga 7 April 2026, sedangkan pelaksanaan UTBK berlangsung selama 10 hari dari 21 hingga 30 April 2026 dalam satu gelombang. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 25 Mei 2026. Pantau terus laman resmi SNPMB untuk informasi terbaru dan perubahan jadwal.
8. Apakah lulusan Sastra bahasa asing masih dibutuhkan di dunia kerja?
Sangat dibutuhkan, terutama di sektor diplomatik, perdagangan internasional, dan organisasi multilateral. Kemampuan bahasa asing spesifik seperti Rusia, Jerman, Prancis, atau Belanda tergolong langka di Indonesia, sehingga lulusannya memiliki nilai tawar tinggi. Banyak kedutaan besar, perusahaan multinasional Eropa, dan lembaga PBB secara aktif mencari tenaga kerja dengan kemampuan bahasa-bahasa tersebut.
9. Berapa pilihan prodi yang bisa dipilih di SNBT?
Peserta SNBT dapat memilih hingga dua program studi dari satu atau dua perguruan tinggi negeri yang berbeda. Strategi yang disarankan adalah menempatkan jurusan impian di pilihan pertama dan jurusan dengan rasio keketatan lebih rendah di pilihan kedua sebagai safety net. Pastikan kedua pilihan tetap sesuai dengan minat dan rencana karier jangka panjang.
10. Di mana bisa mengakses data keketatan resmi SNBT setiap tahun?
Data keketatan resmi bisa diakses melalui laman SNPMB di snpmb.bppp.kemdikbud.go.id saat periode pendaftaran dibuka. Selain itu, beberapa media pendidikan seperti Kompas.com dan Medcom.id juga rutin mempublikasikan data peminat dan daya tampung setiap tahun. Untuk data historis, bisa juga mengecek melalui grup-grup Telegram dan komunitas SNBT yang biasanya mendokumentasikan data keketatan tahun-tahun sebelumnya.
Masuk UI bukan soal gengsi jurusan, tapi soal strategi dan kesiapan yang matang. Sepuluh jurusan di atas menawarkan rasio keketatan yang lebih bersahabat tanpa mengorbankan kualitas pendidikan maupun prospek masa depan. Dengan riset data yang mendalam, kombinasi pilihan prodi yang tepat, dan persiapan UTBK yang terarah, peluang menjadi mahasiswa UI 2026 bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
Simpan artikel ini sebagai referensi, bagikan ke teman seperjuangan SNBT, dan mulai susun strategi pemilihan prodi dari sekarang. Jangan lupa pantau terus data keketatan resmi dari SNPMB agar setiap keputusan berdasarkan fakta, bukan asumsi. Semangat dan semoga lolos! 🎓
Sumber data: SNPMB, Medcom.id (Sep 2025), Kompas.com (Nov 2025). Informasi dapat berubah — selalu verifikasi ke laman resmi SNPMB.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.





