10 Jurusan Sepi Peminat UGM 2026 yang Peluang Lolosnya Besar – Update Terbaru!

By

Tim Redaksi

1 Februari 2026.

Persaingan masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) setiap tahun semakin ketat, dengan beberapa jurusan populer mencatatkan rasio peminat vs daya tampung hingga 1:50 bahkan lebih. Data SNBP 2024 dan daya tampung SNBP 2025 menunjukkan bahwa ribuan calon mahasiswa harus bersaing memperebutkan kursi yang sangat terbatas di jurusan-jurusan favorit seperti Kedokteran, Hukum, dan Teknik Informatika. Faktanya, banyak peserta gagal bukan karena kurang kompeten secara akademik, melainkan karena strategi pemilihan jurusan yang kurang tepat.

Nah, di sinilah jurusan sepi peminat UGM 2026 menjadi peluang emas yang sering terlewatkan. Jurusan dengan peminat rendah bukan berarti kualitasnya murahan — justru sebaliknya, banyak di antaranya memiliki akreditasi unggul, fasilitas riset kelas dunia, dan prospek karier yang menjanjikan di sektor-sektor spesifik. Memilih jurusan dengan rasio persaingan rendah adalah strategi cerdas untuk memaksimalkan peluang lolos tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di kampus kebanggaan Yogyakarta ini.

Artikel ini mengulas 10 jurusan UGM dengan rasio persaingan paling rendah berdasarkan data resmi SNPMB terbaru, lengkap dengan statistik peminat, daya tampung, prospek kerja, serta tips strategis memilih jurusan. Semua data bersumber dari Kompas Edu (Januari 2026), Headline.co.id, dan portal resmi SNPMB 2024-2025 sebagai acuan untuk pendaftaran 2026.



Memahami Sistem Seleksi Masuk UGM 2026

Sebelum membahas daftar jurusan sepi peminat, penting untuk memahami jalur masuk UGM yang tersedia. Ada tiga jalur utama: SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan UM UGM (Ujian Mandiri). Masing-masing jalur memiliki persyaratan dan mekanisme seleksi yang berbeda.

SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)

SNBP adalah jalur seleksi yang mengandalkan nilai rapor semester 1-5 dan prestasi akademik maupun non-akademik. UGM memberikan bobot signifikan pada konsistensi nilai dan relevansi prestasi dengan jurusan yang dipilih. Portofolio (khusus untuk jurusan seni dan olahraga) juga menjadi pertimbangan penting. Jalur ini tidak memerlukan ujian tulis, sehingga persiapan difokuskan pada peningkatan nilai rapor dan pengumpulan bukti prestasi yang relevan.

SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes)

SNBT adalah jalur seleksi berdasarkan hasil UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Materi UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS), Penalaran Matematika, Literasi dalam Bahasa Indonesia, dan Literasi dalam Bahasa Inggris. UGM menggunakan hasil UTBK untuk mengukur kemampuan kognitif dan potensi akademik calon mahasiswa. Persiapan intensif melalui latihan soal dan simulasi UTBK sangat penting untuk berhasil di jalur ini.

Baca Juga:  Biaya Kuliah AMIKOM Yogyakarta 2026: Rincian Lengkap D3, S1 & Kelas Internasional

UM UGM (Ujian Mandiri)

UM UGM adalah jalur seleksi yang diselenggarakan secara mandiri oleh UGM. Materi ujian dan sistem penilaiannya berbeda dengan SNBT. Ujian Mandiri UGM biasanya menguji kemampuan akademik sesuai dengan rumpun ilmu (Saintek, Soshum, atau Campuran). Selain ujian tulis, beberapa program studi mungkin mensyaratkan tes keterampilan atau wawancara. Informasi lengkap mengenai materi ujian, jadwal, dan persyaratan pendaftaran UM UGM dapat dilihat di situs resmi um.ugm.ac.id.

Daftar 10 Jurusan Sepi Peminat UGM 2026 dengan Peluang Lolos Terbesar

Berikut 10 jurusan UGM dengan rasio persaingan paling rendah berdasarkan data SNBP 2024 dan daya tampung 2025. Daftar ini diurutkan dari rasio terendah ke tertinggi, sehingga jurusan di urutan pertama memiliki peluang lolos paling besar.

1. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

Jurusan di bawah Fakultas Pertanian ini mencatatkan hanya 56 peminat untuk 9 kursi, menghasilkan rasio persaingan sekitar 6:1 — paling rendah di seluruh UGM. Lulusan jurusan ini banyak dibutuhkan di Kementerian Pertanian, dinas pertanian daerah, lembaga penyuluhan, perusahaan agribisnis, serta NGO internasional yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Dengan meningkatnya fokus pemerintah pada swasembada pangan, prospek karier jurusan ini justru sangat cerah.

2. Teknologi Hasil Perikanan

Berada di Fakultas Pertanian dengan 63 peminat dan 23 kursi, rasio persaingannya hanya sekitar 2.7:1. Jurusan ini mempelajari pengolahan dan pengawetan produk perikanan, quality control, hingga inovasi produk makanan laut. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia sangat membutuhkan tenaga ahli di bidang ini, baik di industri pengolahan ikan, BUMN perikanan, maupun lembaga riset kelautan.

3. Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

Jurusan di Fakultas Ilmu Budaya ini hanya memiliki 69 peminat untuk 14 kursi (rasio ~4.9:1). Meskipun terdengar “kuno,” lulusannya memiliki keahlian unik di bidang pelestarian budaya, penerjemahan naskah kuno, jurnalisme budaya, dan pariwisata heritage. Banyak alumni yang berkarier sebagai peneliti budaya, kurator museum, penerjemah, atau content creator berbasis budaya lokal yang kini justru sedang naik daun.

4. Manajemen Sumberdaya Akuatik

Dengan 72 peminat dan 23 kursi, rasio persaingannya hanya sekitar 3.1:1. Jurusan ini fokus pada pengelolaan ekosistem perairan, konservasi sumber daya laut, dan kebijakan perikanan berkelanjutan. Peluang kariernya sangat luas mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga konservasi internasional seperti WWF dan Conservation International, hingga konsultan AMDAL di sektor maritim.

5. Sejarah

Jurusan Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya mencatat 73 peminat untuk 15 kursi (rasio ~4.9:1). Selain menjadi sejarawan dan peneliti, lulusannya banyak berkarier di bidang arsip nasional, jurnalisme, penulisan konten, kurasi museum, hingga konsultan heritage untuk proyek pembangunan. Kemampuan analisis dan riset mendalam yang diasah di jurusan ini menjadi modal berharga di berbagai sektor profesional.

6. Akuakultur (Budidaya Perikanan)

Jurusan ini memiliki 77 peminat dan 23 kursi dengan rasio hanya 3.3:1. Fokus pembelajarannya mencakup teknik budidaya ikan, udang, dan biota air lainnya secara modern dan berkelanjutan. Industri akuakultur Indonesia tumbuh pesat setiap tahun, sehingga lulusannya sangat dibutuhkan di perusahaan budidaya skala besar, balai benih ikan, serta startup teknologi perikanan.

7. Proteksi Tanaman

Dengan 83 peminat untuk 23 kursi (rasio ~3.6:1), jurusan di Fakultas Pertanian ini mempelajari pengendalian hama, penyakit tanaman, dan pestisida ramah lingkungan. Lulusannya banyak bekerja di perusahaan agrochemical multinasional, perkebunan besar (sawit, karet, teh), balai penelitian pertanian, serta lembaga karantina pertanian. Kebutuhan akan ahli proteksi tanaman terus meningkat seiring ekspansi industri pertanian Indonesia.

Baca Juga:  Biaya Kuliah UII Yogyakarta 2026: Panduan Lengkap UKA, UKS, dan Catur Dharma

8. D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol

Program vokasi ini mencatat 89 peminat dan 22 kursi (rasio ~4:1). Menariknya, jurusan ini sangat berorientasi praktik dengan fokus pada sistem otomasi industri, sensor, dan kontrol proses. Lulusannya langsung siap kerja di industri manufaktur, pertambangan, minyak dan gas, serta perusahaan otomasi yang membutuhkan teknisi dan engineer instrumentasi dengan keterampilan hands-on.

9. Mikrobiologi Pertanian

Jurusan ini memiliki 92 peminat untuk 11 kursi (rasio ~8.4:1). Meskipun rasionya lebih tinggi dibanding jurusan lain di daftar ini, angka tersebut tetap jauh di bawah jurusan mainstream. Fokus studinya pada mikroorganisme yang bermanfaat untuk pertanian seperti pupuk hayati, bioteknologi tanah, dan fermentasi. Lulusannya dibutuhkan di industri bioteknologi, laboratorium riset, perusahaan pupuk, dan startup agritech.

10. Fisika

Jurusan Fisika di FMIPA UGM mencatat 97 peminat untuk 21 kursi (rasio ~4.6:1). Jurusan ini menjadi fondasi bagi berbagai karier di bidang sains, teknologi, dan data science. Lulusannya banyak berkarier sebagai peneliti, data analyst, software engineer (berbekal kemampuan computational physics), hingga bekerja di BATAN, BMKG, atau perusahaan teknologi global yang menghargai kemampuan analitis dan kuantitatif tingkat tinggi.



Tabel Perbandingan Rasio Persaingan 10 Jurusan

NoJurusanPeminatDaya TampungRasio
1Penyuluhan & Komunikasi Pertanian5696.2 : 1
2Teknologi Hasil Perikanan63232.7 : 1
3Bahasa, Sastra & Budaya Jawa69144.9 : 1
4Manajemen Sumberdaya Akuatik72233.1 : 1
5Sejarah73154.9 : 1
6Akuakultur (Budidaya Perikanan)77233.3 : 1
7Proteksi Tanaman83233.6 : 1
8D4 Tekn. Rekayasa Instrumentasi & Kontrol89224.0 : 1
9Mikrobiologi Pertanian92118.4 : 1
10Fisika97214.6 : 1

💡 Perhatikan: Sweet spot terbaik ada di jurusan perikanan dan pertanian — peminat di bawah 100 orang tapi daya tampung 23 kursi, menghasilkan rasio hanya 2.7-3.6:1. Bandingkan dengan jurusan favorit yang rasionya bisa 50:1 atau lebih!



Prospek Karier Jurusan Sepi Peminat — Jangan Salah Sangka!

Mitos terbesar seputar jurusan sepi peminat adalah anggapan bahwa lulusannya sulit mendapatkan pekerjaan. Faktanya, justru sebaliknya — sedikit lulusan berarti minim saingan di dunia kerja. Konsep “niche expertise” berlaku kuat di sini: ketika hanya sedikit orang yang menguasai bidang tertentu, nilai tawar di pasar kerja otomatis meningkat. Data tracer study UGM secara konsisten menunjukkan bahwa alumni dari jurusan non-mainstream memiliki tingkat keterserapan kerja yang kompetitif, bahkan di beberapa bidang lebih cepat terserap dibanding jurusan populer yang lulusannya membludak.

Bidang karier yang terbuka sangat beragam. Sektor pemerintahan melalui CPNS dan PPPK rutin membuka formasi untuk jurusan spesifik seperti pertanian, perikanan, dan fisika yang justru minim pelamar. Sektor swasta — mulai dari perusahaan agribisnis multinasional, industri perikanan, hingga perusahaan otomasi — aktif merekrut lulusan dengan keahlian niche. Belum lagi peluang di lembaga riset, NGO internasional, dan wirausaha berbasis keahlian yang semakin terbuka lebar di era ekonomi kreatif dan sustainability.



Strategi Memilih Jurusan Sepi Peminat Agar Lolos UGM

Memilih jurusan yang tepat adalah kunci untuk sukses dalam seleksi masuk UGM. Berikut beberapa tips strategis untuk memaksimalkan peluang lolos, khususnya jika Anda mempertimbangkan jurusan sepi peminat:

  1. Riset Mendalam Data Peminat: Pantau data peminat dari tahun-tahun sebelumnya melalui portal resmi SNPMB dan website penerimaan UGM. Analisis tren selama 2-3 tahun terakhir untuk melihat apakah peminat suatu jurusan stabil, meningkat, atau menurun. Ingat, data tahun lalu hanyalah acuan, bukan jaminan.
  2. Kombinasi Pilihan Strategis: Untuk SNBP dan SNBT, gunakan pendekatan “satu aman, satu ambisius.” Pilih jurusan yang Anda minati (meskipun kompetitif) sebagai pilihan pertama, dan jurusan sepi peminat sebagai pilihan kedua untuk meningkatkan peluang lolos.
  3. Pertimbangkan Minat dan Bakat: Jangan hanya memilih jurusan karena sepi peminat. Pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi Anda. Salah jurusan dapat menyebabkan penurunan motivasi, bahkan drop out (DO).
  4. Kenali Prospek Karier: Cari tahu prospek karier dari jurusan yang Anda pilih. Apakah bidang tersebut memiliki potensi pertumbuhan di masa depan? Apakah sesuai dengan tujuan karier Anda? Jangan hanya fokus pada popularitas jurusan, tetapi juga pada relevansinya dengan kebutuhan pasar kerja.
  5. Siapkan Diri dengan Matang: Untuk SNBP, fokus pada konsistensi nilai rapor dan penyusunan portofolio prestasi yang relevan. Untuk SNBT, latihan soal UTBK secara intensif minimal 3 bulan sebelum ujian. Untuk UM UGM, pelajari pola soal ujian mandiri UGM dari tahun-tahun sebelumnya.
  6. Konsultasi dengan Guru BK dan Alumni: Dapatkan masukan dari guru BK di sekolah Anda mengenai potensi dan peluang Anda di berbagai jurusan. Jika memungkinkan, hubungi alumni UGM dari jurusan yang Anda minati untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai perkuliahan dan prospek karier.
Baca Juga:  Ternyata Segini Biaya Kuliah LSPR 2026! Rincian Resmi per Prodi + Diskon Early Bird

📌 Penting: Jangan terpaku pada satu jurusan saja. Jelajahi berbagai opsi dan pertimbangkan kombinasi jurusan yang sesuai dengan minat dan potensi Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan jurusan sepi peminat?

Jurusan sepi peminat adalah program studi di universitas yang memiliki jumlah pendaftar lebih sedikit dibandingkan dengan daya tampungnya. Hal ini menyebabkan rasio persaingan yang lebih rendah, sehingga peluang untuk diterima di jurusan tersebut menjadi lebih besar.

2. Apakah jurusan sepi peminat UGM memiliki kualitas yang lebih rendah?

Tidak. Sepi peminat tidak berarti kualitasnya rendah. Banyak jurusan sepi peminat di UGM memiliki akreditasi unggul, fasilitas riset yang baik, dan dosen berkualitas. Kurangnya popularitas biasanya disebabkan oleh kurangnya informasi atau persepsi yang keliru tentang prospek kerjanya.

3. Bagaimana cara mengetahui jadwal pendaftaran UGM 2026 untuk setiap jalur (SNBP, SNBT, UM)?

Jadwal pendaftaran resmi untuk SNBP dan SNBT diumumkan melalui portal SNPMB (snpmb.bppp.kemdikbud.go.id). Untuk jadwal UM UGM, informasi lengkap tersedia di website resmi penerimaan UGM (um.ugm.ac.id). Pastikan untuk selalu memantau website tersebut secara berkala karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

4. Berapa biaya pendaftaran UGM 2026 untuk masing-masing jalur?

Biaya pendaftaran SNBP ditanggung oleh pemerintah. Biaya pendaftaran SNBT (UTBK) ditetapkan oleh SNPMB dan dibayarkan oleh peserta. Untuk biaya pendaftaran UM UGM, informasi lengkap tersedia di website resmi penerimaan UGM (um.ugm.ac.id) saat pendaftaran dibuka.

5. Apakah ada perbedaan kurikulum antara jurusan sepi peminat dan jurusan populer di UGM?

Kurikulum setiap jurusan dirancang sesuai dengan bidang ilmu dan kompetensi yang ingin dicapai. Meskipun ada perbedaan materi yang dipelajari, standar kualitas dan proses pembelajaran di UGM tetap sama untuk semua jurusan, baik populer maupun sepi peminat.

6. Apakah lulusan jurusan sepi peminat memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program beasiswa S2?

Tentu saja. Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S2 tidak bergantung pada popularitas jurusan saat S1, melainkan pada prestasi akademik, potensi riset, dan kontribusi yang dapat diberikan oleh calon penerima beasiswa.

7. Jika saya diterima di jurusan sepi peminat, apakah saya bisa mengikuti kegiatan organisasi atau UKM yang sama dengan mahasiswa jurusan populer?

Ya, semua mahasiswa UGM, tanpa memandang jurusan, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang tersedia di universitas.

8. Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih detail tentang prospek kerja dari masing-masing jurusan sepi peminat?

Anda dapat mengunjungi website fakultas masing-masing jurusan, membaca profil alumni, menghubungi departemen terkait, atau mengikuti career talk dan job fair yang diselenggarakan oleh UGM untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang peluang karier.

Kesimpulan

Memilih jurusan sepi peminat di UGM bukan tanda menyerah atau kalah — justru itu adalah strategi cerdas yang memaksimalkan peluang lolos tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Dengan rasio persaingan yang hanya 2.7:1 hingga 8.4:1, kesempatan diterima di jurusan-jurusan ini jauh lebih besar dibanding jurusan mainstream yang rasionya bisa puluhan kali lipat. Ditambah prospek karier yang menjanjikan di bidang-bidang spesifik, memilih jurusan “non-mainstream” bisa jadi keputusan terbaik untuk masa depan.

Jadi, segera riset data terbaru, diskusikan pilihan dengan orang tua dan guru BK, lalu persiapkan diri sebaik mungkin — baik untuk jalur SNBP, SNBT, maupun UM UGM. Simpan artikel ini sebagai referensi menjelang pendaftaran 2026, dan jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman yang sedang bingung memilih jurusan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.

Related Post